Waspada Ada Bug WhatsApp, Hacker Bisa Edit Pesan Anda

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hacker sedang menjual identitas digital di dalam dark web. mic.com

    Ilustrasi hacker sedang menjual identitas digital di dalam dark web. mic.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Para ahli keamanan dunia maya dengan sengaja meretas WhatsApp dan menemukan bahwa mereka dapat mengubah pesan. "Pada dasarnya memasukkan kata-kata ke seseorang,” ujar peneliti, seperti dikutip laman Thesun, Kamis, 8 Agustus 2019.

    Mereka juga dapat mengubah nama orang yang mengirim konten dalam obrolan grup. Ini bisa menjadi alat berbahaya dalam skenario pemerasan, karena peretas dapat membuatnya terlihat seperti pengguna yang telah mengatakan sesuatu atau telah berkorespondensi dengan orang-orang yang tidak seharusnya.

    Berbicara di konferensi cybersecurity Black Hat, Oded Vanunu, kepala penelitian kerentanan produk di Check Point, mengungkapkan bahwa Facebook sebagai pemilik WhatsApp telah gagal menyelesaikan masalah ini. "Facebook menyalahkan kelemahan WhatsApp pada batasan yang tidak dapat diselesaikan karena struktur dan arsitekturnya," kata Vanunu.

    Brian Higgins, spesialis keamanan di Comparitech.com mengatakan bahwa masalah tersebut sudah berumur satu tahun. Higgins menyatakan bahwa Facebook memiliki alasan mereka sendiri, mungkin komersial, untuk membiarkan kerentanan ini tetap di platform WhatsApp.

    "Namun, karena mereka tampaknya tidak terlalu khawatir, itu tergantung pada komunitas pengguna untuk menerapkan sedikit pemikiran kritis pada aktivitas online mereka," tutur Higgins. "Jika Anda khawatir tentang keamanan percakapan Anda di WhatsApp, gunakan penyedia obrolan lain."

    Pihak WhatsApp belum memberikan tanggapan atas penyataan ahli keamanan siber ini.

     THESUN | COMPARITECH | TELEGRAPH | CHECK POINT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.