Mahasiswa UGM Buat Aplikasi Deteksi Kardivaskular Pasien Diabetes

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahasiswa UGM membuat Decardia, aplikasi pemantau kardiovaskular pada penderita diabetes. (Humas UGM)

    Mahasiswa UGM membuat Decardia, aplikasi pemantau kardiovaskular pada penderita diabetes. (Humas UGM)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada atau UGM merancang aplikasi untuk memantau besaran risiko munculnya penyakit kardiovaskular pada pasien diabetes. Pengembangan Decardia, demikian nama aplikasi ini, didasarkan tingginya angka diabetes di Indonesia dan kematian tertinggi penderitanya diakibatkan komplikasi dengan penyakit kardiovaskular.

    “Karenanya deteksi dini penting untuk mengetahui tingkat risiko kardivaskular seperti serangan jantung atau stroke dalam kurun waktu 10 tahun ke depan. Dengan deteksi dini ini bisa menjadi sarana antisipasi dan penanganan agar risiko tersebut dapat diturunkan dan dikendalikan,” kata sa;ah seorang anggota tim, Andri Cipta, seperti dikutip laman UGM, Senin, 12 Agustus 2019.

    Mahasiswa Ilmu Keperawatan FKKMK UGM ini menggagas pengembangan Decardia bersama dengan  Nadhifah Azzahrah Yumna (FKKMK) dan Muhammad Nabhan Naufal (FT). Aplikasi tersebut dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta dan berhasil memperoleh dana hibah Dikti serta lolos melaju dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) akhir Agustus 2019 di Bali.

    Andri menjelaskan aplikasi yang mereka kembangkan dilengkapi dengan fitur, seperti panduan penggunaan, perhitungan risiko, serta edukasi. Cara kerjanya sederhana, pengguna cukup memasukkan beberapa aspek data penilaian berupa jenis kelamin, usia, kadar kolesterol, tekanan darah, status merokok atau tidak. Selanjutnya, data akan diolah oleh sistem sehingga muncul besaran risiko kardiovaskular.

    “Besaran risiko dibagi menjadi empat kategori, yaitu rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Kemudian setelah mengetahui besaran risikonya akan muncul edukasi kesehatan guna mengendalikan risiko tersebut,” katanya.

    Andri menuturkan saat ini aplikasi masih dalam tahap pengembangan. Ia berharap aplikasi ini dapat segera dirilis di play store ataupun app store sehingga bisa membantu menurunkan serta mengendalikan risiko kardiovasuklar penderita diabetes.

    Berita lain terkait karya mahasiswa UGM, diabetes dan kardiovaskular, bisa Anda simak di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.