Kapal Abad Ketiga SM Ditemukan di Yunani, Bawa Anggur dan Parfum

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artefak dari kapal karam dari abad pertama Sebelum Masehi di perairan Yunani. (Badan Arkeologi Bawah Air/Kementerian Kebudayaan dan Olahraga Yunani)

    Artefak dari kapal karam dari abad pertama Sebelum Masehi di perairan Yunani. (Badan Arkeologi Bawah Air/Kementerian Kebudayaan dan Olahraga Yunani)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah penelitian arkeologi bawah air berhasil menemukan lima kapal, yang tenggelam di Laut Aghea, Yunani, 2.000 tahun lalu. Arkeolog juga menemukan sebuah tiang jangkar granit di dekat pulau kecil Levitha.

    Kapal-kapal ini sarat dengan barang, sebagian besar amphorae, yang merupakan kendi kuno dengan pegangan ramping dan leher sempit yang biasanya berisi cairan berharga, seperti minyak dan anggur. Amphorae berasal dari kota-kota Knidos, Kos, Rhodes, Phoenicia dan Carthage, demikian laman Kementerian Kebudayaan dan Olahraga Yunani, 13 Agustus 2019.

    Kapal-kapal ini dari masa sebelum pertengahan abad ketiga SM. Barang-barang itu dibuat pada masa dinasti Antigonides dan Ptolemaic memerintah  Aegean.

    Di antara temuan itu adalah tiang jangkar granit seberat 400 kilogram, terbenam 45 meter  di bawah air, yang berasal dari abad keenam SM. Jangkar itu sangat besar, kemungkinan berasal dari kapal raksasa.

    Bangkai kapal memiliki amphorae dari kota kuno Yunani, Knidos, yang sekarang masuk wilayah Turki. Kapal ini juga berasal dari abad ketiga SM. Tiga bangkai kapal lain,  berasal dari abad kedua dan pertama SM, membawa gerabah.  

    Bangkai kapal dengan amphorae dari Rhodes berasal dari periode Kristen awal.

    Penelitian yang berlangsung 15 - 29 Juni 2019 ini, dipimpin arkeolog George Koutsouflakis, direktur Departemen Situs Arkeologi Bawah Laut bersama Ephorate of Underwater Antiquities, yang merupakan bagian dari Kementerian Budaya dan Olahraga.

    Temuan ini menunjukkan bahwa rute laut banyak digunakan dari zaman kuno sampai periode Ottoman. Penelitian akan dilanjutkan ke wilayah Yunani lain di sekitar Levitha, serta pulau Mavria, Glaros dan Chinaros, hingga 2021.

    LIVESCIENCE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.