Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Bukti Serbuan Babilonia di Zion

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arkeolog menemukan bekas kota yang dihancurkan pasukan Babilonia abad ke-6 SM di Bukit Zion, Yerusalem. (Dok  Mount Zion Archaeological Project/digmountzion.uncc.edu)

    Arkeolog menemukan bekas kota yang dihancurkan pasukan Babilonia abad ke-6 SM di Bukit Zion, Yerusalem. (Dok Mount Zion Archaeological Project/digmountzion.uncc.edu)

    TEMPO.CO, Jakarta- Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang bukti serbuan Babilonia di Zion. Para peneliti University of North Carolina Charlotte menemukan bukti arkeologis tentang penaklukan kota Yerusalem oleh pasukan Babilonia pada 587/586 SM.

    Selain itu, ratusan kerangka tentara Amerika Serikat yang dimakamkan di Papua akan dipindahkan ke negaranya. "Ada wacana bahwa tulang-belulang tentara Amerika Serikat di Papua yang meninggal pada Perang Dunia II akan diambil atau direpatriasi," kata peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto, ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Papua, Senin, 12 Agustus 2019.

    Juga, Apple akan memberikan US$ 1 juta (setara Rp 14 miliar) kepada peretas yang dapat membobol perlindungan keamanan iPhone dari jarak jauh.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

    1. Arkeolog Temukan Bukti Serbuan Babilonia di Zion, Sesuai Alkitab?

    Arkeolog menemukan bekas kota yang dihancurkan pasukan Babilonia abad ke-6 SM di Bukit Zion, Yerusalem. (Dok Mount Zion Archaeological Project/digmountzion.uncc.edu)

    Para peneliti University of North Carolina Charlotte menemukan bukti arkeologis tentang penaklukan kota Yerusalem oleh pasukan Babilonia pada 587/586 SM. Bukti itu berdasarkan penggalian arkeologis yang sedang berlangsung di Gunung Zion di Yerusalem.

    Menurut laman Phys, 11 Agustus 2019, penemuan termasuk lapisan abu dan panah yang berasal dari periode tersebut, serta pecahan gerabah Zaman Besi, lampu dan perhiasan seperti rumbai atau anting-anting emas dan perak. Ada juga tanda struktur Zaman Besi yang signifikan di daerah itu, tapi bangunan di bawah lapisan dari periode kemudian belum digali.

    Proyek Arkeologi Gunung Zion dipimpin oleh profesor sejarah UNC Charlotte, Shimon Gibson, Rafi Lewis, seorang dosen senior di Ashkelon Academic College dan Universitas Haifa, dan James Tabor, profesor studi agama UNC Charlotte, telah bekerja selama lebih dari satu dekade.

    2. Ratusan Kerangka Tentara Amerika di Papua Akan Direpatriasi

    Jenderal Douglas MacArthur (awm.gov.au)

    Ratusan kerangka tentara Amerika Serikat yang dimakamkan di Papua akan dipindahkan ke negaranya. "Ada wacana bahwa tulang-belulang tentara Amerika Serikat di Papua yang meninggal pada Perang Dunia II akan diambil atau direpatriasi," kata peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto, ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Papua, Senin, 12 Agustus 2019.

    Menurut dia, wacana tersebut mengemuka dalam presentasi Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional di Jakarta belum lama ini.

    "Pemerintah Amerika Serikat sedang menjajaki kemungkinan merepatriasi tentaranya yang meninggal dalam perang Pasifik di Papua. Hal ini berdasarkan sumber di Biro Perencanaan dan Kerja sama Luar Negeri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mengemuka dalam evaluasi di Jakarta," katanya.

    3. Uji Keamanan, Apple Tawarkan Rp 14 Miliar Bagi Peretas iPhone

    Logo Apple. REUTERS/Lee Jae-Won

    Apple akan memberikan US$ 1 juta (setara Rp 14 miliar) kepada peretas yang dapat membobol perlindungan keamanan iPhone dari jarak jauh. Apple memiliki program hadiah untuk para peretas yang bisa membobol keamanan perangkat Apple yang dimulai pada 2016 dengan hadiah US$ 200 ribu (setara Rp 2,8 miliar).

    Kepala keamanan Apple Ivan Krstic mengumumkannya dalam gelaran konferensi keamanan teknologi Black Hat di Las Vegas, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu. "Peretas akan memiliki kesempatan untuk memenangkan pembayaran yang lebih besar dalam waktu dekat ini," kata Krstic, dikutip Cnet, baru-baru ini.

    Dengan meningkatnya pelanggaran keamanan, CEO Apple Tim Cook menyebut privasi sebagai hak asasi manusia, dan menegaskan bahwa Apple serius untuk tidak mengumpulkan informasi pribadi dan menjaga 2 miliar pelanggannya di seluruh dunia aman dari peretas

    Selain tiga berita terpopuler di atas, Anda bisa membaca berita hari ini seputar sains dan teknologi hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.