Salip WhatsApp, Facebook Android Tambah Mode Gelap Lebih Dulu

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Penyebaran Hoax di Facebook. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

    Ilustrasi Penyebaran Hoax di Facebook. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

    TEMPO.CO, Jakarta - Facebook meluncurkan Dark Mode atau Mode Gelap untuk aplikasi Messenger pada Maret tahun ini, dan sekarang akan memperluas ke aplikasi utamanya untuk Android, demikian dilaporkan Gsmarena, Selasa, 13 Agustus 2019.

    Raksasa media sosial ini sudah mulai bekerja pada Mode Gelap untuk Menonton, tapi ahli teknik Jane Wong, yang sebelumnya menemukan fitur dalam pengembangan Facebook dan Instagram, melaporkan bahwa perusahaan telah mulai menerapkan fitur yang banyak diminta ini di seluruh aplikasi.

    Facebook masih melakukan pengembangan Mode Gelap untuk aplikasi utamanya, sehingga belum diluncurkan ke publik. Untuk aplikasi pesan WhatsApp, kabar penambahan Mode Gelap sudah muncul sejak 2018 lalu.

    Dikutip dari laman Dailymail, September 2018, Mode Gelap WhatsApp berfungsi untuk menghemat  baterai smartphone pengguna dan membuat tampilan lebih nyaman ketika malam hari. Mode gelap juga berfungsi mengubah ikon, menu, dan latar belakang menjadi warna yang lebih gelap untuk mengurangi efek menyilaukan saat kondisi minim cahaya.

    Informasinya, cahaya biru dapat mengganggu pola tidur pengguna. Dan para ilmuwan menyarankan untuk membatasi paparan cahaya tersebut hingga larut malam. Mode gelap, terkadang dikenal sebagai mode malam atau tema gelap. Rencana WhatsApp untuk mode gelap diendus oleh blog teknologi WABetaInfo.

    Dalam unggahan di Twitter, WABetaInfo mengatakan, "Saya senang untuk secara eksklusif memberikan kabar baik: WhatsApp akhirnya bekerja pada Mode Gelap!"

    Berita lain tentang mode gelap Facebook, bisa Anda simak di Tempo.co.

    GSMARENA | DAILYMAIL | WABETAINFO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.