Gunung Berapi Dunia Jurassic Ditemukan di Australia Tengah

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peneliti menemukan Taman Jurassic berupa gunung api  berumur 160 juta tahun ratusan meter di bawah  permukaan di Australia Tengah. (twitter@simonholford)

    Peneliti menemukan Taman Jurassic berupa gunung api berumur 160 juta tahun ratusan meter di bawah permukaan di Australia Tengah. (twitter@simonholford)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim peneliti University of Adelaide Australia dan University of Aberdeen Skotlandia berhasil menyingkap dunia Jurassic ratusan meter di bawah permukaan sehingga sebelumnya tidak diketahui. Sekitar 100 gunung berapi purba terkubur jauh di dalam Lembah Cooper-Eromanga di Australia tengah.

    Cooper-Eromanga Basin di sudut timur laut Australia Selatan dan sudut barat daya Queensland adalah wilayah penghasil minyak dan gas darat terbesar di Australia. Namun, meskipun sekitar 60 tahun eksplorasi dan produksi minyak bumi, lanskap bawah tanah Jurassic volcanic kuno ini sebagian besar tidak diperhatikan.

    "Sebagian besar aktivitas vulkanik bumi terjadi pada batas lempeng tektonik, atau di bawah lautan bumi, dunia Jurassic kuno ini berkembang jauh di dalam benua Australia," kata Professor Simon Holford, dari University of London, dikutip Phys, Selasa, 13 Agustus 2019.

    Diterbitkan dalam jurnal Gondwana Research, penelitian menggunakan teknik pencitraan bawah permukaan canggih, analog dengan pemindaian CT medis, untuk mengidentifikasi kawah vulkanik dan aliran lava, serta ruang magma yang lebih dalam. 

    Gunung berapi berkembang pada periode Jurassic, antara 180 dan 160 juta tahun lalu, kemudian terkubur di bawah ratusan meter batuan sedimen berlapis-lapis. Cooper-Eromanga Basin sekarang menjadi lanskap yang kering dan tandus, tapi di masa Jurassic, peneliti mengatakan, merupakan lanskap kawah dan celah, memuntahkan abu dan lava panas ke udara, dan dikelilingi jaringan sungai, berkembang menjadi danau besar dan rawa-rawa.

    "Penemuannya meningkatkan prospek bahwa dunia vulkanik yang lebih banyak ditemukan berada di bawah permukaan Australia dan kurang dieksplorasi," kata Holford.

    Peta Taman Gunung Berapi Jurassic di Australia Tengah. (twitter@simonholford)

    Penelitian ini dilakukan oleh Jonathon Hardman dari Pusat Dewan Penelitian Lingkungan Alam.

    Para peneliti mengatakan bahwa batuan sedimen Jurassic yang mengandung minyak, gas, dan air secara ekonomi penting bagi Australia. Namun, penemuan terbaru ini menunjukkan lebih banyak aktivitas vulkanik pada periode Jurassic dari pada yang diperkirakan sebelumnya.

    "Cekungan Cooper-Eromanga secara substansial telah dieksplorasi sejak penemuan gas pertama pada 1963," kata peneliti Nick Schofield dari Departemen Geologi dan Geologi Perminyakan Universitas Aberdeen. "Ini telah menyebabkan sejumlah besar data yang tersedia dari bawah tanah."

    Namun, meskipun demikian, gunung berapi belum pernah diteliti secara mendlam di wilayah ini sampai sekarang. Ini mengubah cara ilmuwan memahami proses  Bumi di masa lalu.

    Peneliti menyebut wilayah vulkanis sebagai Provinsi Vulkanik Warnie, mengambil nama legenda kriket Australia, Shane Warne.

    "Kami menulis banyak makalah selama kunjungan ke Adelaide bersamaan dengan pertandingan kriket  Inggris vs Australia XI pada November 2017. Terinspirasi oleh kriket, kami pikir nama Warnie bagus untuk wilayah yang dulunya berapi-api ini," tutur Schofield.

    Berita lain tentang penelitian manusia purba dan Jurassic, bisa Anda simak di Tempo.co.

    PHYS | GONDWANA RESEARCH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.