Merapi Embuskan Wedhus Gembel 950 Meter

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panorama Gunung Merapi dari menara pandang Gancik Hill Top, objek wisata di lereng Gunung Merbabu, Dusun Selo, Desa Selo, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. TEMPO | Dinda Leo Listy

    Panorama Gunung Merapi dari menara pandang Gancik Hill Top, objek wisata di lereng Gunung Merbabu, Dusun Selo, Desa Selo, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. TEMPO | Dinda Leo Listy

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Gunung Merapi mengembuskan awan panas guguran sejauh 950 meter, Rabu 14 Agustus 2019 pukul 04.52 WIB. Selain itu selama enam jam sejak pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB juga terjadi guguran lava 3 kali dengan jarak luncur 300 meter hingga 1.000 meter.

    Di enam jam berikutnya hingga pukul 12.00 WIB juga terjadi tiga kali guguran lava. Jarak luncuran sejauh 250 meter hingga 600 meter. Luncuran awan panas atau biasa disebut wedhus gembel dan guguran lava semuanya mengarah ke Kali Gendol yang masuk wilayah Cangkringan,  Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jarak luncur awan panas maupun guguran lava masih dalam radius aman yaitu tidak lebih dari 3 kilometer.

    “Merapi sampai saat ini tidak ada kenaikan aktivitas yang signifikan, status tetap Waspada,” kata Hanik Humaida, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG ) Yogyakarta, Rabu, 14 Agustus 2019.

    Awan panas guguran tercatat pada seismograf dengan amplitudo maksimal 50 mm dan durasi lebih kurang 95.80 detik. Jarak luncur 950 meter ke arah hulu Sungai Gendol.

    Jumlah guguran di pada enam ham pertama total 9 kali. Amplitudo
    3-60 mm, dengan durasi  22.32-105 detik. Jumlah LF (low frekuensi tiga kali. Amplitudo 2-5 mm, durasi : 15.8-22.68 detik. Jumlah tektonik jauh sebaya satu kali, amplitudo 4 mm, S-P : 27.34 detik, durasi  63.8 detik.

    Pada enam jam kedua pukul 06.00 - 12.00 WIB Jumlah guguran tiga kali, amplitudo : 4-10 mm, Durasi  24.2-63.44 detik. LF sebanyak satu kali, amplitudo 2 mm dengan durasi  20.72 detik.

    BPPTKG merekomendasikan tidak ada aktivitas di radius 3 kilometer dari puncak Merapi. Kecuali untuk penelitian dan mitigasi bencana. .

    “Masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa di luar radius 3 kilometer  dari puncak Merapi. Juga agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak Merapi,” kata Triyono,  petugas pos pengamatan Gunung Merapi. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.