Tips Teknologi: Perbaiki Bug yang Habiskan Baterai Ponsel Android

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menggunakan ponsel sambil berjalan. bbc.com

    Ilustrasi menggunakan ponsel sambil berjalan. bbc.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tips teknologi kali ini Tempo mengulas tentang bagaimana cara memperbaiki bug yang bisa membuat baterai smartphone Android cepat habis. Anda dapat memperbaikinya dengan mudah, karena Google telah meluncurkan solusi yang lebih permanen.

    Laman Bgr baru-baru ini menulis, aplikasi inti Android bertanggung jawab atas konsumsi energi yang berlebihan dengan meluncurkan pembaruan Google Play Services versi 18.3.82.

    Jika Anda belum memperbarui ke versi 18.3.82, maka Anda harus menghindari pembaruan sampai Google merilis versi baru.

    Namun, banyak yang melakukan pembaruan menggunakan opsi yang tersedia termasuk Lifehacker, aplikasi Google Play Service sebelumnya, atau bergabung dengan program beta.  

    Untuk menurunkan Layanan Google Play, Anda harus melakukan sideload versi aplikasi sebelumnya, yang harus Anda tangani dengan hati-hati. Lagi pula, Google tidak akan merekomendasikan menginstal perangkat lunak apa pun yang tidak datang langsung dari server Google.

    Setelah menginstalnya, Anda harus mencegah aplikasi untuk memperbarui ke versi yang membunuh masa pakai baterai, dan Anda harus melakukannya dengan baik. Opsi lain adalah mendaftar sementara untuk versi beta Google Play Services.

    Pilih untuk menjadi penguji, dan kemudian Anda akan mendapatkan versi beta aplikasi terbaru. Anda mungkin menemukan bug lain karena ini adalah rilis beta, tapi setidaknya baterai Anda kembali normal.

    Terakhir, jika semuanya gagal, cukup siapkan power bank sambil menunggu Google menyebarkan pembaruan Layanan Play.

    Berita lain tentang Android, bisa Anda simak di Tempo.co.

    BGR | ANDROID POLICE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.