Huawei Mulai Penelitian 6G, Adu Cepat dengan Samsung dan Nokia

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Huawei. HUAWEI-USA/CAMPAIGN REUTERS/Philippe Wojazer

    Logo Huawei. HUAWEI-USA/CAMPAIGN REUTERS/Philippe Wojazer

    TEMPO.CO, Jakarta -  Sebagian besar operator masih dalam tahap awal penyebaran 5G, Huawei telah memulai penelitian tentang solusi jaringan generasi keenam atau jaringan 6G. Penelitian itu dilakukan di R&D Centre Huwei, di Ottawa, Kanada.

    Perusahaan bekerja sama dengan lebih dari 13 universitas dan lembaga penelitian di jaringan 6G dan aplikasi yang memungkinkan, demikian dilaporkan Cnet, 14 Agustus 2019. Menurut perkiraan tentatif yang dirilis oleh Huawei, teknologi 6G tidak akan tersedia secara komersial sebelum 2030.

    Di awal tahun, muncul berita bahwa Samsung membuat langkah 6G serupa di basis penelitiannya di Seoul, Korea Selatan. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Huawei juga berusaha memposisikan dirinya di antara yang terdepan dalam konektivitas seluler generasi berikutnya.

    Pada Juni 2019, Nokia, Ericsson dan SK Telecom mengumumkan kemitraan strategis mereka untuk bekerja sama dalam memorandum untuk pengembangan 6G. Secara keseluruhan ini semua masih langkah awal karena tidak ada standar yang jelas untuk 6G saat ini.

    Dan semua penelitian yang dilakukan tentang jaringan 6G sebagian besar masih bersifat teoritis dari pada praktis, demikian dilaporkan laman Gsmarena.

    CNET | GSMARENA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.