Indonesia Rentan Bencana, Jokowi: Masyarakat Harus Siap dan Siaga

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengunjungi lokasi yang rusak akibat gempa dan likuifaksi di kawasan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu, 3 Oktober 2018. Kunjungan tersebut untuk melihat penanganan pascagempa dan tsunami Palu dan Donggala terkait evakuasi, listrik, BBM, logistik, dan penanganan korban luka-luka. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengunjungi lokasi yang rusak akibat gempa dan likuifaksi di kawasan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu, 3 Oktober 2018. Kunjungan tersebut untuk melihat penanganan pascagempa dan tsunami Palu dan Donggala terkait evakuasi, listrik, BBM, logistik, dan penanganan korban luka-luka. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta -  Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut krisis iklim mengancam dunia dan kerusakan lingkungan menjadi ancaman bersama, karena itu ia minta masyarakat Indonesia memiliki sikap sigap dan waspada menghadapinya.

    Presiden Joko Widodo  dalam Pidato Kenegaraan HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di depan sidang bersama DPD dan DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019, mengatakan dunia yang dihuni bersama tidak selamanya mulus dan stabil, tidak semuanya selalu pasti dan tidak selalu terduga sebelumnya.

    "Krisis ekonomi melanda beberapa belahan dunia, krisis iklim mengancam dunia, kerusakan lingkungan menjadi ancaman kita bersama," kata Jokowi.

    Selanjutnya Jokowi juga mengatakan Ring of fire yang melingkari wilayah Indonesia bisa menghadirkan bencana tanpa terduga sebelumnya. Hampir seluruh wilayah Indonesia merupakan wilayah rentan bencana, mulai dari gempa bumi, tanah longsor, gunung meletus, tsunami, kebakaran hutan dan lahan, banjir.

    "Oleh karena itu, sikap sigap dan waspada menghadapi ketidakpastian sangatlah penting," kata  Jokowi.

    Kapasitas manusia Indonesia dalam mengelola risiko menghadapi gejolak ekonomi global, mengelola bencana yang tidak terduga harus diperkuat. Pembangunan harus sensitif terhadap berbagai risiko, infrastruktur harus disiapkan mendukung mitigasi risiko bencana.

    Masyarakat juga harus waspada dan sadar risiko, ujar dia. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia harus belajar dari Jepang agar memiliki budaya dan kesiagaan untuk menghadapi datangnya bencana. "Saya melihat video, di Jepang misalnya, masyarakat baru makan kemudian ada gempa. Tetap makan, tidak panik," kata Jokowi dalam siaran tertulis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Sabtu, 2 Februari 2019.

    Berita lain terkait Presiden Jokowi dan mitigasi bencana, bisa Anda simak di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!