Studi: 50 Juta Smartphone Lipat Terjual pada 2024

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Huawei Mate X vs Samsung Galaxy Fold

    Huawei Mate X vs Samsung Galaxy Fold

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan penyedia informasi global berbasis di London IHS Markit mengeluarkan penelitian tentang smartphone lipat. Dalam penelitian itu dijelaskan bahwa smartphone layar lipat akan mencapai penjualan 50 juta unit pada 2024.

    Laman Gsmarena, Rabu, 14 Agustus 2019 melaporkan, tahun ini beberapa perusahaan mengumumkan smartphone dengan layar yang dapat dilipat. Sehingga penelitian itu tampaknya merupakan perkiraan yang cukup masuk akal.

    Teknologinya memang masih belum matang dan belum melihat adopsi yang lebih luas dari layar OLED. Namun, jangan salah paham, pangsa pasar panel OLED terus tumbuh dan turun ke segmen kelas bawah dan menengah.

    Untuk saat ini, beberapa merek yang sudah memiliki rencana membuat smartphone layar lipat misalnya, Samsung dengan Galaxy Fold-nya, meskipun sempat mengalami kesalahan teknis pada perangkatnya, tapi merek asal Negeri Gingseng itu kabarnya telah melakukan perbaikan.

    Selain itu, ada Huawei dengan Mate X yang dikabarkan akan dirilis pada akhir tahun ini. Sementara Oppo dan Xiaomi sempat memamerkan prototipe smartphone layar lipatnya. Juga LG yang baru saja mematenkan layar lipat.

    Meskipun pengiriman smartphone menurun, jumlah perangkat dengan layar OLED belum turun. Bahkan, lonjakan 30 persen pada ponsel dengan layar OLED diperkirakan pada kuartal berikutnya.

    Dorongan teknologi di bawah layar seperti pembaca sidik jari dalam layar dan kamera di bawah layar depan telah menuntut produksi lebih banyak panel OLED. Bagaimanapun, semuanya didasarkan pada panel OLED, termasuk teknologi tampilan yang fleksibel, jadi itu masuk akal.

    Berita lain terkait perkembangan smartphone lipat, bisa Anda simak di Tempo.co.

    GSMARENA | LETSGODIGITAL 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.