Teknologi Cloud EnGenius Tawarkan Solusi Digital bagi UKM

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Melalui teknologi cloud, EnGenius Networks berikan solusi bagi perusahaan kecil dan menengah di Indonesia pada era transformasi digital. Kredit: istimewa

    Melalui teknologi cloud, EnGenius Networks berikan solusi bagi perusahaan kecil dan menengah di Indonesia pada era transformasi digital. Kredit: istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Teknologi cloud kini menjadi solusi para pebisnis, khususya perusahaan kecil dan menengah pada era transformasi digital di Indonesia. Melihat perkembangan tersebut, EnGenius Networks Singapore menghadirkan inovasi bernama EnGenius Cloud yang berfungsi sebagai solusi perusahaan dalam merencanakan dan menjalankan jaringan secara efesien.

    “Kerja keras tim kami dan dedikasi mereka selama bertahun-tahun mampu mengembangkan sebuah solusi pengelolaan jaringan yang bebas langganan dengan insight yang praktis yang dapat memenuhi kebutuhan dan permintaan dari perusahaan kecil di Indonesia,” ucap Lawrence Lim selaku Regional GM, APAC & Middle East EnGenius Networks di Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2019.

    Menurut data International Data Corperation (IDC) penggunaan jaringan berbasis cloud telah mencapai 26 persen pada 2017, dan pada 2020 diprediksi akan terjadi peningkatan sebesar 38 persen. Fleksibelitas dan efesiensi yang diberikan layanan cloud membuat banyak perusahaan tertarik dengan model teknologi jaringan ini.

    Keunggulan yang diberikan EnGenius Cloud antara lain, sistem operasi tanpa server dengan desain function-as-a-service (Faas) yang bekerja secara cepat dan menghemat energi.  Teknologi ini juga sudah dilengkapi dengan kecerdasan buatan (AI) sehingga infrastruktur komputasi cloud tidak terbatas pada perangkat yang dikelola per lokasi.

    Kecerdasan buatan yang ditanam pada sistem EnGenius cloud memiliki fitur bernama Advisory yang berfungsi untuk mendiagnosis jaringan, permasalahan yang terjadi pada sistem, menyediakan panduan bagi adiminstrator jaringan dalam mengambil keputusan tepat.

    Kontrol monitor pada EnGenius Cloud mampu mengontrol dan memantau hingga 100 ribu perangkat access point dan switch secara bersamaan dengan menggunakan satu akun utama. Sistem tanpa jaringan Faas juga bisa disesuaikan berdasarkan kepentingan perusahaan, serta mampu meningkatkan kinerja dari tiap fungsi yang ada di dalam jaringan.

    Sedangkan fungsi Multi-tenant dan Topology View pada sistem dapat mengatur onsite previleges yang berbeda-beda menurut user dan lokasi secara otamatis. Sistem dapat mendeteksi koneksi sebuah perangkat ketika sedangan digunakan. Tidak hanya itu, teknologi yang diberikan sesuai dengan access point 11ax dan 11ac serta gigabit switch.

    Mengenai masalah keamanan pada sistem cloud, EnGenius memastikan bahwa sistem mereka memiliki tingkat keamanan berlapis. Perangkat pengelolaan jaringan dipisahkan menggunakan tunnel yang dilidungi dengan otentifikasi dua faktor (TFA) untuk keamanan data pelanggan serta cloud Multi-tenant untuk melindungi pengelolaan user dan data mereka.

    “Solusi EnGenius Coud yang sudah lama ditunggu-tunggu adalah pondasi yang kita butuhkan untuk melanjutkan pengembangan pengelolaan jaringan nirkabel bagi perusahaan sekala kecil dan menengah di Indonesia,” kata Lawrence.

    Ke depannya, Indonesia diharapkan menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020. Berdasarkan data Kementrian Koperasi dan UKM Indonesia 36 persen usaha kecil dan menengah masih berbisnis secara offline, 37 persen baru memiliki kemampuan digital mendasar seperti akses broadband, dan 18 persen menggunakan web dan media sosial.

    Hanya 9 persen perusahaan kecil dan menengah yang telah memiliki kemampuan digital canggih termasuk dalam pemanfaatan cloud, sehingga penetrasi digital masih harus terus dikembangkan pada sektor industri ini.

    CAECILIA EERSTA

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.