Fosil Reptil Stegosaurus Tertua di Dunia Ditemukan di Maroko

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fosil reptil stegosaurus tertua di dunia ditemukan di Maroko. Kredit: Natural History Museum

    Fosil reptil stegosaurus tertua di dunia ditemukan di Maroko. Kredit: Natural History Museum

    TEMPO.CO, Jakarta - Fosil dinosaurus baru ditemukan di Pegunungan Atlas Tengah Maroko dan dipelajari oleh sebuah tim peneliti di Museum Sejarah Alam London. Fosil itu hanya terdiri dari beberapa tulang belakang dan tulang lengan atas, yang memiliki kesamaan anatomis pada lengan dan leher tulang belakang dengan stegosaurus yang dikenal.

    Pimpinan penelitian Susannah Maidment menyadari temuan itu spesies dan genus baru. Tim penelitian menamai fosil dinosaurus itu Adratiklit boulahfa, yang berarti kadal gunung dalam bahasa Berber dari Afrika Utara dan merujuk lokasi di mana spesimen itu ditemukan.

    "Penemuan Adratiklit boulahfa sangat mengasyikkan, karena kita telah mengencangkannya ke Jurassic tengah. Stegosaurus yang paling dikenal berasal dari jauh kemudian pada periode Jurassic, menjadikan stegosaurus pasti tertua yang dijelaskan dan membantu meningkatkan pemahaman kita tentang evolusi kelompok dinosaurus ini," ujar Maidment, dikutip Phys, Rabu, 21 Agustus 2019.

    Stegosaurus adalah kelompok yang tersebar luas dengan spesies dinosaurus lapis baja, atau thyreophoran yang ditemukan di Afrika Selatan, Amerika Utara, Asia dan Eropa. Namun spesimen berumur 168 juta tahun ini adalah yang pertama dari kelompok yang berasal dari Afrika Utara.

    Penelitian tersebut diterbitkan dalam Gondwana Research. Mahasiswa Ph.D. Tom Raven membantu dengan menganalisis filogenetik dari spesimen yang memungkinkan tim untuk memahami hubungan evolusi dinosaurus baru ini dengan stegosaurus.

    "Meskipun berasal dari benua Afrika, analisis filogenetik kami menunjukkan bahwa, secara mengejutkan, Adratiklit lebih dekat kaitannya dengan stegosaurus Eropa daripada dengan dua genera yang dikenal dari Afrika selatan," kata Raven.

    Sementara sisa-sisa dinosaurus thyreophoran ditemukan di sebagian besar dunia, temuan ini terutama dikaitkan dengan formasi batuan Laurasian. Dab menunjukkan bahwa ketika bumi dibagi menjadi dua superkontinensia Laurasia dan Gondwana, thyreophoran lebih umum dan beragam di Laurasia.

    "Kebanyakan stegosaurus yang kita kenal, stegosaurus paling lengkap ditemukan dalam formasi batuan Laurasian," tutur Maidment. "Namun, ini mungkin tidak berarti stegosaurus tidak begitu umum di Gondwana, kenyataannya mungkin karena fakta bahwa formasi batuan Gondwana telah mengalami penggalian yang jauh lebih sedikit dan studi rinci."

    Penemuan Adratiklit boulahfa sekarang menambah teori bahwa catatan fosil Gondwanan dari dinosaurus lapis baja secara signifikan bias oleh faktor geologis dan upaya pengumpulan. "Yang menarik adalah mungkin ada lebih banyak dinosaurus thyreophoran yang dapat ditemukan di tempat-tempat yang sampai sekarang belum digali," kata Maidment

    Tim berharap bahwa penemuan lebih lanjut di wilayah ini tidak hanya akan memberikan pandangan lebih baik tentang distribusi kelompok dinosaurus ini. Namun, dapat menghasilkan spesimen yang lebih lengkap dari Adratiklit boulahfa, dan memberikan gagasan baru tentang seperti apa rupa stegosaurus ini.

    PHYS | GONDWANA RESEARCH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.