Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Arkeologi Ungkap Perang Seperti di Alkitab

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prasasti yang tertulis di Batu Pualam berumur 2.800 tahun ini mengisahkan pemberontakan terhadap Israel. (Dok. Adam Bean/Livescience.com)

    Prasasti yang tertulis di Batu Pualam berumur 2.800 tahun ini mengisahkan pemberontakan terhadap Israel. (Dok. Adam Bean/Livescience.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang arkeolog ungkap perang seperti di Alkitab. Sebuah penelitian arkeologi mengungkap altar batu berusia 2.800 tahun, yang ditemukan di tempat suci Moab di kota kuno Ataroth, Yordania, dapat menjelaskan perang seperti disebut di Kitab Perjanjian Lama.

    Selain itu, penelitian pada studi seismologi membuktikan bahwa sebagian besar gempa bumi berskala besar diawali dengan gempa-gempa kecil dalam kurun waktu beberapa hari hingga berminggu-minggu sebelum guncangan utama berlangsung.

    Juga, koneksi Bluetooth tidak aman, bahkan sangat tidak aman. Itulah pesan dari konvensi hacker terbesar. Bluetooth, yang merupakan teknologi nirkabel untuk menghubungkan earphone nirkabel ke sistem hiburan misalnya, adalah surga bagi hacker.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

    1. Penelitian Arkeologi Ini Ungkap Perang seperti Disebut Alkitab

    Sebuah penelitian arkeologi mengungkap altar batu berusia 2.800 tahun, yang ditemukan di tempat suci Moab di kota kuno Ataroth, Yordania, dapat menjelaskan perang seperti disebut di Kitab Perjanjian Lama.

    Altar itu memuat dua prasasti berbahasa Moab, sedangkan angka-angka dalam prasasti tersebut dalam bahasa Hieratic (sistem penulisan Mesir). Altar itu diduga berasal dari masa setelah Mesha, raja Moab, berhasil memberontak melawan Kerajaan Israel dan menaklukkan Ataroth (kadang-kadang dieja Atarot), sebuah kota yang dikuasai Kerajaan Israel, demikian ditulis laman Livescience, Kamis, 22 Agustus 2019.

    Pada saat itu, Israel pecah menjadi dua, dengan kerajaan utara yang mempertahankan nama Israel dan kerajaan selatan yang disebut Yehuda.

    2. Peneliti Ungkap Misteri Gempa Besar: Diawali Rentetan Gempa Kecil

    Penelitian pada studi seismologi membuktikan bahwa sebagian besar gempa bumi berskala besar diawali dengan gempa-gempa kecil dalam kurun waktu beberapa hari hingga berminggu-minggu sebelum guncangan utama berlangsung.

    “Satu dari pertanyaan utama mengenai terjadinya gempa bumi dalam studi seismologi yaitu bagaimana gempa tersebut terjadi. Kami menemukan bahwa sebagian gempa besar didahului oleh guncangan yang dapat kami deteksi melalui teknik komputasi,” ucap Daniel Trugman, ahli seismologi Los Alamos National Laboratory.

    Proses deteksi gempa berskala kecil merupakan tugas yang sulit untuk dilakukan jika tidak menggunakan teknologi supercomputer. Perlu waktu selama dua pekan supaya peneliti dapat melihat proses terjadinya gempa bumi di masa lalu.

    3. Hacker Peringatkan Segera Matikan Bluetooth Anda, Kenapa?

    Koneksi Bluetooth tidak aman, bahkan sangat tidak aman. Itulah pesan dari konvensi hacker terbesar. Bluetooth, yang merupakan teknologi nirkabel untuk menghubungkan earphone nirkabel ke sistem hiburan misalnya, adalah surga bagi hacker.

    Peserta di konvensi peretas DEF CON menyarankan untuk mematikan Bluetooth ketika tidak digunakan, sebagaimana dicatat dalam laporan dari Security Boulevard dan Mashable.

    "Orang-orang dapat melacak Anda dengan perangkat Bluetooth Anda. Masalah kronis dengan perangkat seperti headphone dan pelacak kebugaran," kata Security Boulevard dalam sebuah unggahan berjudul 'Securing devices for DEF CON,' dikutip Fox News, Kamis, 22 Agustua 2019.

    Selain tiga berita terpopuler di atas, Anda bisa membaca berita hari ini seputar arkeologi hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.