Ini Alasan NASA Menamai Batu di Mars dengan Rolling Stones Rock

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • NASA menamakan batu di Planet Mars dengan nama Rolling Stones Rock, 23 Agustus 2019. (NASA/JPL-Caltech)

    NASA menamakan batu di Planet Mars dengan nama Rolling Stones Rock, 23 Agustus 2019. (NASA/JPL-Caltech)

    TEMPO.CO, Jakarta - Selama beberapa dekade, musik The Rolling Stones begitu populer di Bumi. Sekarang, pengaruh band rock meluas sampai ke Mars. Tim di balik pendaratan NASA InSight telah menamai sebuah batu di Mars dengan nama band Rolling Stones Rock.

    Laman resmi NASA, 23 Agustus 2019, menulis, anggota Rolling Stones yang terdiri atas Mick Jagger, Keith Richards, Charlie Watts dan Ronnie Wood, menyambut gembira pilihan NASA itu. 

     "Cara yang luar biasa untuk merayakan tur 'Stones No Filter' yang tiba di Pasadena. Ini jelas merupakan tonggak sejarah dalam perjalanan panjang kami. dan sejarah yang penting. Terima kasih banyak kepada semua orang di NASA karena mewujudkannya."

    Batu yang dinamai Rolling Stones itu berukuran sedikit lebih besar dari bola golf. Batu itu tampaknya telah berguling sekitar 1 meter pada 26 November 2018, terdorong oleh InSight ketika pesawat ruang angkasa NASA ini mendarat di Mars untuk mempelajari Planet Merah.

     Rolling Stones di Rose Bowl 22 Agustus 2019. (NASA/JPL-Caltech)

    Dalam gambar yang diambil oleh InSight pada hari berikutnya, jejak di tanah oranye-merah terlihat di belakang Rolling Stones Rock. Bagi NASA ini adalah batu bergeser terjauh yang ditemui ketika mendaratkan pesawat ruang angkasa.

    "Nama Rolling Stones Rock sangat cocok," kata Lori Glaze, direktur Divisi Sains Planet NASA di Washington. "Bagian dari piagam NASA adalah membagikan karya kami dengan audiens yang berbeda. Ketika kami mengetahui Stones akan berada di Pasadena, menghormati mereka sepertinya cara yang menyenangkan untuk menjangkau penggemar di seluruh dunia."

    Misi InSight dilaksanakan oleh Jet Propulsion Laboratory NASA, tidak jauh dari Rose Bowl di Pasadena. Setelah membantu NASA mendaratkan semua misinya di Mars sejak 1997, ahli geologi Matt Golombek menghitung batu dan menilai keamanan lokasi pendaratan.

    "Aku telah melihat banyak batu Mars selama karierku," kata Golombek. "Yang ini mungkin tidak akan ada di banyak makalah ilmiah, tapi itu pasti salah satu yang paling keren."

    Nama ilmiah resmi untuk tempat dan benda di seluruh tata surya - termasuk asteroid, komet, dan lokasi di planet - hanya dapat ditetapkan oleh International Astronomical Union. Tetapi para ilmuwan yang bekerja dengan penemu Mars NASA telah memberikan banyak nama panggilan tidak resmi untuk batu dan fitur geologi lainnya.

    Hal itu dilakukan untuk memudahkan mereka dalam mendiskusikan objek yang berbeda dan merujuknya dalam makalah ilmiah. Jadi, sementara nama Rolling Stones Rock bersifat informal.

    NASA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.