PVMBG Teliti Gempa Swarm Sukabumi-Bogor

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa. abcnews.com

    Ilustrasi gempa. abcnews.com

    TEMPO.CO, Bandung - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Bandung meneliti gempa swarm yang belakangan terjadi di Sukabumi dan Bogor. Tim mengumpulkan data di lapangan selama sepekan sejak tiga hari lalu.

    PVMBG belum bisa memastikan penyebab gempa apakah akibat aktivitas tektonik dari sesar lokal atau dari aktivitas vulkanik.

    Kepala PVMBG Kasbani mengatakan pihaknya telah mengirim tim sejak tiga hari lalu selama masa kerja sepekan. Tim PVMBG- Badan Geologi memasang empat stasiun seismik temporer Broadband Guralph di daerah barat daya Gunung Salak. Pemasangan itu terkait gempa swarm yang terjadi beberapa hari terakhir ini.

    Swarm merupakan serangkaian gempa menerus dengan kekuatan bermagnitudo kurang dari 5. Tujuan pemasangan alat itu untuk merekam gempa bumi tektonik. "Juga untuk mengetahui ada tidaknya aktivitas vulkanik di sekitar area tersebut," kata Kasbani yang dihubungi Senin, 26 Agustus 2019.

    PVMBG, kata Kasbani, menunggu laporan kerja tim di lapangan. "Kemungkinan ini hanya jenis gempa-gempa kecil atau swarm yang biasanya tidak diikuti oleh gempa utama. Tapi kita tunggu hasil tim dulu," ujarnya.

    Selain memasang alat pengukur gempa di barat daya Gunung Salak, Tim PVMBG - Badan Geologi melakukan pemetaan dampak gempa bumi swarm di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Di saja tercatat dampak berupa kerusakan ringan pada bangunan. "Dan retakan-retakan tanah akibat guncangan gempa bumi," ujar Kasbani.

    Tim juga melakukan pertemuan dengan warga untuk menjelaskan kejadian gempa bumi dan menenangkan masyarakat. Sejak 10 Agustus 2019 hingga 25 Agustus 2019, menurut catatan BMKG telah terjadi 70 kali lebih gempa swarm. Magnitudonya berkisar M=2.Minimal ada enam gempa yang dirasakan warga dengan skala intensitas guncangan gempa dalam skala II-III MMI. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.