LIPI Belum Mengkaji Ancaman dan Risko Bencana Ibukota Baru

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebaran sensor gempa (seismograf) BMKG di Kalimantan (ANTARA/HO.Dok.BMKG)

    Sebaran sensor gempa (seismograf) BMKG di Kalimantan (ANTARA/HO.Dok.BMKG)

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI belum melakukan kajian ancaman dan risiko calon ibukota baru. "LIPI dalam hal ini Puslit Geoteknologi setahu saya belum melakukan kajian terkait itu," ujar Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi Eko Yulianto, melakui pesan pendek, Selasa, 27 Agustus 2019.

    Sebelumnya lokasi ibukota baru sudah diumumkan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Senin, 26 Agustus 2019. Lokasi tersebut sebagian di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

    Pemerintah meyakini wilayah di Kalimantan ini lebih minim risiko bencana. Banjir, gempa, tsunami, kebakaran hutan dan lahan, letusan gunung api, dan tanah longsor, dinilai lebih jarang terjadi di sana.

    Eko mengatakan bahwa Pusat Penelitian Geoteknologi belum memiliki data ancaman dan risiko bencana di lokasi tersebut. "Geotek enggak punya data tersebut, karena memang belum pernah melakukan kajiannya," kata Eko.

    Namun, Pakar Tsunami dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko pernah menanggapi rencana ibukota baru di Kalimantan Timur dari segi mitigasi bencana. Menurutnya dari sisi bahaya gempa bumi dan tsunami, Pulau Kalimantan paling aman.

    "Dari sisi bahaya gempa bumi-tsunami, secara umum dan historis Pulau Kalimantan relatif paling aman. Di Balikpapan potensinya rendah sedang," kata Widjo kepada Tempo, pada 9 Mei 2019 lalu. "Namun, perlu kajian yang lebih detail dari sisi potensi kebencanaan termasuk dari bencana yang lain seperti banjir, kebakaran, dan lain-lain".

    Widjo juga mengaku belum melakukan kajian secara mendetail. "Tapi di pantai Kaltim ada 6 sumber gempa yang bisa menimbulkan tsunami," tutur Widjo.

    Widjo menunjukkan gambar peta sumber tsunami di Pulau Kalimantan atau Selat Makasar dari buku gempa 2017. Sumber tsunami tersebut adalah North Sula Megathrust magnitudo 8,5, Tarakan magnitudo 7,4, Palukoro-Makassar magnitudo 7,1, Makassar Strait North magnitudo 7,1, Makassar Strait Central magnitudo 7,3, dan Mamuju magnitudo 7.

    Berita lain terkait rencana pemindahan ibukota dan ibukota baru, bisa Anda simak di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.