Sosiolog Wallerstein Meninggal, Kritis Terhadap Kapitalisme

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sosilog Immanuel Maurice Wallerstein. meninggal, Sabtu, 31 Agustus 2019. (ANF)

    Sosilog Immanuel Maurice Wallerstein. meninggal, Sabtu, 31 Agustus 2019. (ANF)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sosiolog Amerika, sejarawan ekonomi dan analis sistem dunia Immanuel Maurice Wallerstein meninggal, Sabtu, 31 Agustus 2019, dalam usia 88 tahun.

    Pemikir Amerika dan penulis The Decline of American Power: The US in a Chaotic World, ini dikenal kritis terhadap Barat dan kapitalisme.

    Wallerstein terkenal karena karyanya tentang globalisasi. Ia dilahirkan di New York pada 1930 dan belajar di Universitas Columbia. Ia menerima gelar sarjana pada tahun 1951, gelar master pada tahun 1954 dan gelar doktor dalam bidang filsafat pada 1959.

    Dia kemudian bekerja sebagai dosen sampai 1971 dan menjadi profesor sosiologi di Universitas McGill di Montreal, dan dari 1976 ia menjadi profesor sosiologi di Universitas Binghamton. Pekerjaan ini berlangsung hingga 1999 ketika dia pensiun.

    Dia juga menjabat sebagai direktur Fernand Braudel Centre untuk Studi Ekonomi, Sistem Sejarah dan Peradaban, dan merupakan profesor kehormatan di beberapa universitas nasional. Antara 1994 dan 1998, Wallerstein juga presiden dari Asosiasi Sosiolog Internasional.

    Wallerstein memulai karirnya dengan keahlian dalam postkolonialisme Afrika. Sampai 1970-an, karyanya terutama berfokus pada subjek ini. Kemudian, pada tingkat makro, ia terkenal sebagai sejarawan dan ahli teori ekonomi kapitalis global.

    Kritik pedasnya terhadap kapitalisme global dan dukungannya terhadap gerakan anti-sistem membawanya ke level yang sama dengan Noam Chomsky dan Pierre Bourdie dalam perjuangan melawan globalisasi.

    Kontribusinya yang paling penting adalah karya The Modern World-System, yang diterbitkan dalam tiga volume pada 1974, 1980 dan 1989.

    Secara khusus, Wallerstein terinspirasi oleh tiga gerakan intelektual mendasar: Karl Marx, sejarawan Prancis Fernand Braudel dan "teori ketergantungan Duran, yang berfokus pada konsep pusat  dan lingkungan.

    Wallerstein menolak gagasan dunia ketiga khususnya atas dasar studinya tentang Afrika pascakolonial dan berbagai teori masalah.
    Menurutnya, ada satu dunia yang terhubung oleh jaringan hubungan ekonomi yang kompleks. Wallerstein mendefinisikan dunia ini sebagai "ekonomi-dunia" atau "sistem-dunia".

    ANF | MEHRNEWS 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.