Rusia Tetap Komitmen Pasok Sukhoi SU-35 ke Indonesia

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sukhoi Su-35 [Marina Lystseva/TASS]

    Sukhoi Su-35 [Marina Lystseva/TASS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Rencana pembelian pesawat tempur Sukhoi Su-35 Super Flanker untuk TNI AU berlanjut. Rusia menegaskan komitmennya soal kontrak pengadaan 11 unit pesawat tempur itu.

    “Kontrak pembelian Su-35 untuk Indonesia masih berlaku. Kami sedang bekerja bersama untuk merumuskan hal itu. Kami sedang membahas beberapa rincian kecil yang tercantum di dalam kontrak,” ujar Direktur Dinas Federal untuk Kerja Sama Teknis dan Militer Rusia, Dmitriy Shugaev, di sela pameran kedirgantaraan MAKS 2019, di Bandara Internasional Zhukovskyi, Moskwa, Rabu 28 Agustus 2019. 

    Dia menyatakan, Rusia berharap akan ada perkembangan dalam waktu dekat sehingga kontrak tersebut bisa terwujud. “Itu yang bisa saya katakan,” katanya.

    Indonesia yang sejak awal 2015 berencana  membeli Sukhoi Su-35 Super Flanker sebagai calon pengganti F-5E/F Tiger II di Skuadron Udara 14 TNI AU.

    Sukhoi Su-35 merupakan pesawat tempur multiperan, kelas berat, berjelajah panjang, dan bertempat duduk tunggal. Pesawat ini dikembangkan dari Su-27, dan awalnya diberi nama Su-27M.

    Sukhoi Su-35 dikembangkan untuk menandingi F-15 Eagle dan F-16 Fighting Falcon. Karena kesamaan fitur dan komponen, Su-35 dianggap sebagai sepupu dekat Sukhoi Su-30MKI, sebuah varian Su-30 yang diproduksi untuk India.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.