Deforestasi Amazon, Suhu Radius 50 Kilometer Meningkat

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pandangan dari udara menunjukkan asap mengepul di hutan Amazon yang terbakar di Porto Velho, Negara Bagian Rondonia, Brasil, 24 Agustus 2019. REUTERS/Ueslei Marcelino

    Pandangan dari udara menunjukkan asap mengepul di hutan Amazon yang terbakar di Porto Velho, Negara Bagian Rondonia, Brasil, 24 Agustus 2019. REUTERS/Ueslei Marcelino

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah tim ilmuwan global termasuk peneliti dari University of Western Australia dan Amerika Serikat telah menemukan deforestasi di wilayah Amazon, Cerrado, Brasil, menyebabkan suhu meningkat di wilayah sejauh 50 km dari lokasi deforestasi.

    Associate Professor Sally Thompson dari Sekolah Teknik Sipil, Lingkungan dan Pertambangan UWA dan Institut Pertanian UWA, mengatakan deforestasi di Brasil sebagian besar terjadi karena petani ingin menambah luas lahan yang bisa mereka tanami.

    "Namun, penelitian kami menyoroti dampak jangka panjang pada suhu dari penggundulan hutan, dan bagaimana petani mendapat manfaat dari konservasi hutan, yang akan membantu melindungi tanaman dan persediaan dari suhu ekstrem terburuk," kata Thompson, dikutip Phys, Senin, 2 September 2019.

    Para peneliti menganalisis pengamatan satelit di wilayah Amazon dan Cerrado untuk mengamati perubahan tutupan hutan, dan suhu di lebih dari 2.000 lokasi antara tahun 2000 dan 2015. Mereka melihat seberapa banyak suhu maksimum harian di lokasi hutan meningkat seiring meningkatnya ukuran hutan di sekitar itu menurun.

    Selain itu, juga memeriksa seberapa jauh pengaruh suhu dari deforestasi. Thompson mengatakan meskipun orang berpikir perubahan iklim terjadi karena emisi gas rumah kaca, perubahan tutupan lahan, seperti hilangnya hutan, juga memiliki efek dramatis.

    "Penutupan pohon menstabilkan suhu, karena pohon menggunakan air ketika mereka berfotosintesis, dan penguapannya mendinginkan tanah," ujar Thompson. "Jika Anda mengganti hutan dengan tanaman, yang menggunakan lebih sedikit air, suhu bisa meningkat hingga dua derajat Celcius."

    Thompson mengatakan temuannya menawarkan relevansi dengan pentingnya konservasi dan pemulihan hutan di Australia. "Rekam jejak kami sendiri tentang deforestasi tidak bagus," tutur dia.

    Queensland, Thomson berujar, telah menebangi hutan secepat Brasil, sebagian besar untuk padang rumput ternak. Ilmuwan tahu ini adalah masalah bagi kesehatan tanah dan air, dan juga masalah besar bagi keanekaragaman hayati. Penelitian ini menunjukkan kemungkinan akan memperburuk efek pemanasan iklim.

    Thompson mengatakan, penelitian yang diterbitkan dalam Environmental Research Letters. Berbeda dari penelitian lain karena memisahkan efek pemanasan dari kehilangan hutan di lokasi di mana hutan ditebangi, dari pemanasan yang terjadi karena hilangnya hutan tetangga.

    "Fakta bahwa suhu peka terhadap hilangnya tutupan hutan dari jarak 50 km adalah kejutan, itu jauh lebih jauh dari yang kita perkirakan," kata Thomson.

    "Secara keseluruhan, kami juga menemukan deforestasi di Amazon telah menyebabkan suhu meningkat sekitar 0,5 derajat Celcius, peningkatan suhu terbagi secara merata antara pemanasan yang terjadi di mana hutan hilang dan pemanasan di sekitar daerah itu."

    PHYS | ENVIRONMENTAL REASEACH LETTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.