Bikin Alat Deteksi Dehidrasi Bayi, Tim ITB Gondol Dua Emas Pimnas

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo ITB

    Logo ITB

    TEMPO.CO, Bandung - Tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) meraih empat medali emas dan sebuah perunggu di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-32 di Universitas Udayana, Bali, 27-31 Agustus 2019.

    Meraih posisi empat besar, dua emas di antaranya berasal dari poster karya tim Nixie dan alatnya yang berfungsi mengukur tingkat dehidrasi bayi.

    Tim itu terdiri dari Andre Subagja M. dari Teknik Tenaga Listrik angkatan 2018 sebagai ketua sekaligus penanggungjawab perakitan komponen dan pemrograman pada alat. Anggota timnya Fathiya Rahma dari Teknik Biomedis 2016 yang mengkaji serta menerapkan konsep keilmuan biomedis pada alat.

    Kemudian ada Novianti Rossalina dari Desain Produk 2015 yang mencetuskan ide awal dan merancang bentuk alatnya. “Senang bisa ikut kegiatan ini sekaligus membantu orang banyak dengan alat yang kami buat,” kata Novianti dalam siaran pers ITB, Kamis, 5 September 2019.

    Gagasan alatnya berlatar data riset kesehatan dasar nasional. Tercatat satu dari tiga bayi meninggal karena diare dan dehidrasi berat. Pemantauan bayi menjadi penting sehingga gejala dehidrasinya bisa terdeteksi lebih dini dan mendapatkan penanganan yang tepat sebelum mencapai dehidrasi berat.

    Pembimbing tim Yoke Saadia Irawan, dosen pada Kelompok Keahlian Teknik Biomedis di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB. Dalam pembuatannya mereka sering menghadapi berbagai kendala. “Kendala utamanya menguji alat dan mencari pembanding untuk akurasinya,” kata Novianti.

    Solusinya yaitu dengan membandingkan tingkat dehidrasi pada alat dengan jumlah produksi urine secara berkala pada manusia dewasa yang puasa.

    Berita lain terkait karya mahasiswa ITB, bisa Anda simakdi Tempo.co


  • ITB
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.