NASA: Asteroid Menghantam Bumi Hanya Masalah Waktu

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi asteroid Ultima Thule oleh NASA.[nasa.gov]

    Ilustrasi asteroid Ultima Thule oleh NASA.[nasa.gov]

    TEMPO.CO, Jakarta - Greg Leonard, spesialis penelitian senior di Catalina Sky Survey - proyek didanai NASA yang didukung oleh Program Observasi Objek Dekat Bumi (NEOO) di bawah Kantor Koordinasi Pertahanan Planet (PDCO) mengatakan ada peluang "100 persen" sebuah asteroid akan menabrak Bumi, sebagaimana dilaporkan Express, 7 September 2019.

    Leonard berbicara kepada jurnalis Bryan Walsh untuk buku baru End Times, yang membahas ancaman eksistensial yang dihadapi umat manusia.

    “Saya tahu bahwa peluang saya untuk mati akibat dampak asteroid lebih kecil daripada mati akibat sambaran petir. Tapi saya juga tahu bahwa jika kita tidak melakukan apa pun, cepat atau lambat, ada peluang seratus persen bahwa hal itu menimpa kita.”

    Walsh mengatakan pengumpulan intelijen saja tidak akan membuat Bumi aman. "Seperti yang dikatakan Leonard, dengan waktu yang cukup, Objek Dekat Bumi yang besar akan berakhir pada jalur tabrakan dengan planet kita. Itu terjadi sebelumnya dan itu akan terjadi lagi,” ujarnya.

    Sementara kemungkinan asteroid besar menabrak Bumi adalah kecil - NASA percaya ada satu dari 300.000 peluang setiap tahun bahwa batu ruang angkasa yang dapat menyebabkan kerusakan regional akan menghantam – peluang  menghancurkan bukan tidak mungkin.

    Namun, ada beberapa rencana yang dapat membantu Bumi melawan kemungkinan serangan asteroid. NASA saat ini sedang mempelajari Asteroid Bennu, tempat pesawat ruang angkasa OSIRIS-Rex tiba tahun lalu.

    Sebagian alasan NASA mengirim pesawat ruang angkasa OSIRIS-Rex adalah untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut tentang batu ruang angkasa yang panjangnya 500 meter itu.

    NASA khawatir bahwa asteroid itu, yang berpotensi menghancurkan sebuah negara di Bumi, dapat menghantam planet kita dalam 120 tahun ke depan, dengan pendekatan berikutnya pada tahun 2135.

    Misi ini akan memberikan informasi penting tentang cara membelokkan asteroid dari jalur tabrakan mereka dengan Bumi.

    Tetapi NASA menegaskan kembali bahwa walaupun ada kemungkinan kecil kemungkinan Bumi akan terkena dampak, "selama jutaan tahun, dari semua planet, Bennu kemungkinan besar akan menabrak Venus."

    ESA telah menginvestasikan £ 21 juta dalam proyek-proyek seperti misi Human Exploration Research Analog (Hera), yang akan mempelajari asteroid biner Didymos, yang akan terbang melewati Bumi pada tahun 2022.

    Studi seperti Hera akan membantu ESA lebih memahami bagaimana ia dapat melindungi planet kita dari serangan asteroid pembunuh.

    EXPRESS | NASA | ESA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.