LIPI: Penelitian Bahan Obat Kanker Makan Waktu dan Biaya

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Viralnya bajakah tunggal sebagai obat kanker, membuat banyak penjual bajakah dadakan di Palangkaraya, Agustus 2019. (Tempo/Karana)

    Viralnya bajakah tunggal sebagai obat kanker, membuat banyak penjual bajakah dadakan di Palangkaraya, Agustus 2019. (Tempo/Karana)

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI sedang melakukan penelitian tentang bahan alami untuk obat kanker. Namun, menurut Kepala Laboratorium Pusat Penelitian Biologi LIPI Andria Agusta penelitian tersebut makan waktu dan biaya.

    "Sifat penelitian bahan obat kanker ini merupakan penelitian yang memakan waktu dan biaya, sehingga jalannya tidak bisa cepat. Apalagi dengan kondisi kita di Indonesia ini," ujar Andria kepada Tempo, Sabtu, 7 September 2019.

    Sebelumnya, Peneliti di Laboratorium Kimia Bahan Alam Pusat Penelitian Biologi LIPI Ahmad Fathoni bulan lalu mengatakan, LIPI tengah melakukan penelitian antikanker dari bahan alami di antaranya senyawa bislunatin yang telah diisolasi dari jamur endofit biasa hidup berasosiasi dengan tumbuhan gambir.

    Menurut Andria, penelitian di laboratoriumnya lebih fokus pada metabolit dari mikroba. "Termasuk itu mikroba aktinomisetes dari tanah dan mikroba endofit yg berasosiasi dengan tumbuhan obat," tutur Andria.

    Dari sisi obat tradisional, Andria melanjutkan, lebih mengarah pada sebagai adjuvant untuk kanker, atau boleh dibilang hanya sebagai pendukung. Oleh karena itu, Andria berujar, sejauh ini LIPI baru bisa mencari kandidat bahan obat kanker.

    "Jadi masih dalam tahap mencari bahan bahan yang berpotensi untuk digunakan sebagai obat kanker," kata Andria. "Dan sepanjang yang saya tahu di kita belum ada yang melangkah ke tahap drug development untuk kanker. Hampir semua penelitian masih dalam tahapan discovery atau mencari kandidat."

    Obat alamai untuk kanker  ramai dibicarakan setelah tiga siswa SMAN 2 Palangkaraya  melakukan penelitian pada tanaman akar  bajakah. Penelitian itu juga mampu mengharumkan nama Indonesia di ajang kompetisi Life Science di Seoul, Korea Selatan pada 25 Juli 2019 lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.