Misi AIDA Akan Tabrakkan Pesawat NASA dengan Asteroid Didymos

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi asteroid kembar Didymos. Kredit: Credit: ESA

    Ilustrasi asteroid kembar Didymos. Kredit: Credit: ESA

    TEMPO.CO, Jakarta - Para peneliti asteroid dan insinyur pesawat ruang angkasa dari AS, Eropa, dan bagian lain dunia akan bertemu di Roma, Italia, pekan ini untuk pertemuan tiga hari membahas rencana terbaru mereka untuk misi pesawat ruang angkasa yang akan membelokkan asteroid, sebagaimana dilaporkan Digital Trends pekan lalu.

    Proyek ambisius ini adalah bagian dari upaya percobaan untuk menunjukkan bahwa teknik ini suatu hari nanti dapat berfungsi sebagai metode pertahanan planet yang efektif.

    Misi ini, yang disebut Penilaian Defleksi Dampak Asteroid atau Asteroid Impact Deflection Assessment (AIDA), bertujuan untuk menabrak pesawat ruang angkasa ke tubuh yang lebih kecil (berdiameter 160 meter) dari dua asteroid Didymos dalam upaya untuk mengubah arahnya saat meluncur antara Bumi dan Mars.

    Jika berhasil, pesawat ruang angkasa kedua akan merekam momen tumbukan dan mengumpulkan data sebanyak mungkin untuk menilai efek tabrakan itu.

    Misi ini dijadwalkan untuk diluncurkan pada musim panas 2021, dengan pesawat ruang angkasa DART (Double Asteroid Impact Test) NASA yang akan menabrak sasarannya dengan kecepatan 4,1 mil per detik ketika mencapai batuan ruang angkasa itu pada September 2022.

    Pesawat ruang angkasa kedua adalah miniatur CubeSat buatan Italia yang disebut (Light Italian CubeSat for Imaging of Asteroids) dan akan digunakan untuk merekam momen tumbukan dan menilai kerusakannya. Pada saat yang sama, observatorium di Bumi akan mengukur dampak dampak pada orbit asteroid

    Di kemudian hari, Badan Antariksa Eropa akan menindaklanjuti dengan misi Hera untuk lebih dekat dengan asteroid yang terkena dampak, dan mungkin bahkan mendarat di atasnya. Menggunakan dua CubeSats, misi ini diharapkan untuk mengumpulkan data yang lebih rinci dari situs tabrakan itu.

    Data yang dikumpulkan oleh Hera akan memungkinkan para ilmuwan untuk lebih mengembangkan teknologi saat mereka bekerja untuk menciptakan sistem yang layak jika ada ancaman asteroid yang serius.

    Diharapkan misi Hera dapat dimulai pada Oktober 2024, dengan perjalanannya ke asteroid memakan waktu sekitar dua tahun.

    DIGITAL TRENDS | NASA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.