Asteroid Ukuran Setengah Kota London Mendekati Bumi

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi asteroid di dekat bumi. spaceflightinsider.com

    Ilustrasi asteroid di dekat bumi. spaceflightinsider.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah asteroid dekat bumi yang akan melintasi jalur orbit Bumi pada 24 September telah mengirim sinyal ketika pergerakannya terdeteksi pada Agustus.

    Asteroid itu membentang 430 meter, dan telah diberi label 523934 (1998 FF14). Asteroid ini akan melaju dengan kecepatan cukup tinggi 22,26 kilometer (14 mil) per detik. Asteroid itu ditemukan pada tahun 1998 oleh Lincoln Near-Earth Asteroid Research (LINEAR) di Socorro New Mexico.

    Saat ini asteroid itu mendekati Bumi, pada jarak 0,027 unit astronomi. Jaraknya dari planet Jupiter  3,91 unit astronomi. Sebagian besar asteroid dekat Bumi memiliki orbit yang mirip dengan Bumi.

    Tapi, untungnya, peluang acak lintasan bola aneh itu memotong orbit kita lebih rendah. Tapi, dalam hal ini, Asteroid 1998 FF14 adalah salah satu yang aneh.

    Ia memiliki orbit yang cenderung miring dibandingkan dengan orbit Bumi. Kali ini mungkin melintas dalam jarak 4,1 juta km dari Bumi (2,5 juta mil) yang terdekat.

    Ahli astrofisika Neil deGrasse Tyson menggemakan rasa takut NASA yang semakin besar akan Objek Dekat Bumi, tetapi mengungkapkan bahwa asteroid bukan 'ancaman terbesar bagi umat manusia'.

    Pada bulan November, para menteri ruang angkasa Eropa akan mendukung proyek HERA - misi pertama umat manusia untuk mengorbit asteroid ganda dan mengirimkan dua pesawat tak berawak kecil, bernama CubeSats, dalam upaya untuk mencari tahu cara membelokkannya.

    Ahli astrofisika dan gitaris Queen Brian May mengungkapkan rencana tersebut saat video promosi di YouTube bulan lalu. “HERA akan menunjukkan kepada kita hal-hal yang belum pernah dilihat orang sebelumnya,” ujarnya.

    EXPRESS | NASA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.