Istana Presiden Jokowi di Papua Perlu Cerminkan 7 Wilayah Adat

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ibu Negara Iriana Joko Widodo (Jokowi) memayungi Presiden Jokowi saat Presiden meninjau proyek pembangunan Jembatan Holtekamp di Jayapura, Papua, Kamis (12/4). Keduanya tampak mesra dalam kunjungan kerja di Papua. Twitter.com/Kemensetnegri

    Ibu Negara Iriana Joko Widodo (Jokowi) memayungi Presiden Jokowi saat Presiden meninjau proyek pembangunan Jembatan Holtekamp di Jayapura, Papua, Kamis (12/4). Keduanya tampak mesra dalam kunjungan kerja di Papua. Twitter.com/Kemensetnegri

    TEMPO.CO, Jakarta -  Dosen jurusan antropologi Universitas Cendrawasih, Jayapura, Hari Suroto mengatakan, istana presiden di Papua yang akan dibangun Presiden Joko Widodo pada 2020, sebaiknya mencerminkan tujuh wilayah adat.

    Hari menyebutkan tujuh wilayah adat Papua meliputi Mamta, Saereri, Domberai, Bomberai, Anim Ha, La Pago dan Meepago.

    "Masing-masing wilayah adat ini memiliki bentuk rumah tradisional dan ukiran yang khas," kata Hari, yang juga peneliti Balai Arkeologi Papua kepada Antara di Jayapura, Jumat, 13 September 2019.

    Selain itu diharapkan istana kepresidenan di Papua juga berfungsi untuk menyimpan koleksi karya seni para maestro Papua.

    Halaman istana kepresidenan di Papua juga harus ditanami pohon-pohon endemik yang menjadi bagian dalam budaya Papua. Misalnya, pohon melinjo, yang serat kulitnya untuk bahan pembuat noken.

    Selanjutnya, pohon sagu yang semua bagiannya berguna. Pohon khombouw yang kulitnya untuk lukisan kulit kayu.

    Kemudian, pohon kasuari, yang sangat berguna bagi suku Dani dalam membuat honai. Pohon soang yang sudah turun temurun dijadikan sebagai tiang rumah.

    Hewan endemik Papua seperti kasuari, mambruk, kuskus, kanguru juga dibiarkan hidup bebas di lingkungan halaman istana presiden, seperti halnya istana kepresidenan di Bogor dengan rusa totol dibiarkan bebas berkeliaran di halaman, kata Hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.