UI Beri Penghargaan 123 Pemberi Beasiswa Rp 177 Miliar

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Rektorat Universitas Indonesia. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Gedung Rektorat Universitas Indonesia. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Depok - Universitas Indonesia (UI) memberikan penghargaan kepada 123 Mitra Pemberi Beasiswa UI, berupa Piagam Bronze, Silver, Gold, dan Platinum, sebagai bentuk apresiasi yang berdedikasi dalam pengembangan, penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi.

    "Pada 2018, jumlah donatur yang memberikan beasiswa melalui universitas berasal dari pemerintah, swasta, yayasan dan alumni dengan nilai bantuan mencapai Rp 177.380.804.375," kata Rektor UI Prof. Muhammad Anis dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 14 September 2019.

    Jumlah tersebut telah terdistribukan kepada 6.805 mahasiswa di berbagai fakultas yang ada di UI. UI juga memiliki skema beasiswa bagi mahasiswa S1 Program Reguler – di mana mahasiswa tersebut dibebaskan biaya uang pangkal serta berkesempatan mengajukan proses keringanan uang kuliah bagi yang memiliki keterbatasan dana.

    Nilai bantuan Biaya Pendidikan yang UI sediakan tahun 2018/2019 mencapai Rp 50.155.550.000 per tahun.

    Beasiswa adalah bantuan yang diberikan kepada mahasiswa sebagai bentuk apresiasi prestasi mahasiswa ataupun berupa bantuan Biaya Pendidikan bagi mahasiswa yang mempunyai keterbatasan finansial.

    Bentuk beasiswa yang diberikan meliputi bantuan keuangan untuk biaya hidup, biaya kuliah, atau biaya penyelesaian skripsi. Sistem Beasiswa di UI berbasis TI yang dapat diakses oleh Pelamar/Pendaftar Beasiswa, Pendonor, dan Pengelola serta dalam pengelolaan segala proses yang terkait.

    Pengelolaan beasiswa dilakukan oleh Sub Direktorat Beasiswa dan Kesejahteraan Mahasiswa di bawah Direktorat Kemahasiswaan UI serta didukung pula oleh Direktorat Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni UI.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.