BMKG: Gempa Halmahera Selatan Magnitudo 6 Akibat Sesar Aktif

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa. shutterstock.com

    Ilustrasi gempa. shutterstock.com

    TEMPO.CO, JakartaGempa tektonik bermagnitudo 6,0 mengguncang Halmahera Selatan, Ahad dinihari 15 September 2019 pukul 01.21.33 WIT. “Gempa dipastikan dipicu oleh aktivitas sesar aktif,” kata Daryono, Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG.

    Gempa berkedalaman dangkal yaitu 41 kilometer. Pusat sumber gempa terletak di laut pada koordinat 0.92 LS dan 128.57 BT namun tidak menimbulkan tsunami. “Berjarak 123 kilometer arah timur Kota Labuha Kabupaten Halmahera Selatan,” ujarnya lewat keterangan tertulis, Ahad, 15 September 2019.

    Menurut Daryono lindu tersebut berbeda dengan gempa kuat sebelumnya. Pada 14 Juli 2019 Halmahera Selatan diguncang gempa berkekuatan hingga magnitude 7,2.

    Lindu saat itu dari catatan BMKG menghasilkan 177 gempa susulan, merusak 971 rumah, menewaskan empat orang, melukai 51 orang, dan membuat 3.104 orang harus mengungsi.

    “Gempa tadi mekanismenya sesar naik (thrust fault) sementara gempa 14 Juli 2019 mekanismenya sesar mendatar,” kata Daryono.

    BMKG menduga gempa terbaru tidak dipicu oleh Sesar Sorong-Bacan. “Sesarnya belum diketahui,” ujarnya. Kondisi itu menurut Daryono menggambarkan kompleksitas tektonik di wilayah Halmahera Selatan.

    Dugaan lain yaitu kaitan gempa 14 Juli dengan 15 September ini yang lokasi sumber gempanya relatif dekat yaitu sekitar 67 kilometer. Daryono mengatakan sepertinya gempa bermagnitudo 7,2 lalu itu telah menimbulkan perubahan tegangan (stress) hingga menyebabkan terjadinya gempa Ahad pagi tadi.

    Guncangan gempa terasa kuat di Halmahera selatan, khususnya Kecamatan Gane Barat Utara, Gane Luar, Gane Timur Selatan dan Kukupang dengan skala hingga V MMI.

    Skala itu artinya getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

    Di Labuha, Maba, Kecamatan Bacan Timur Tengah, dan Weda mencapai III MMI. Getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan ada truk yang berlalu. Sejauh ini BMKG tidak mendapat laporan kerusakan bangunan, sementara gempa susulan hingga pukul 11.00 WIT sudah terjadi tiga kali. Sebuah gempa susulan  dirasakan dengan magnitudo M=4,1. pukul 1.37 WIT.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.