Startup AI Nodeflux Kembangkan Teknologi Face Recognition

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nodeflux dalam Menciptakan Ekosistem Berbasis Teknologi AI di Indonesia melalui Rangkaian Acara Nodeflux BEYOND, Jakarta, 30 April 2019.

    Nodeflux dalam Menciptakan Ekosistem Berbasis Teknologi AI di Indonesia melalui Rangkaian Acara Nodeflux BEYOND, Jakarta, 30 April 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Startup asal Indonesia, Nodeflux, telah mengembangkan teknologi face recognition. Nodeflux merupakan penyedia vision artificial intelligence (AI), pembuat mesin yang bisa melakukan interpretasi visual layaknya manusia.

    "Salah satu analytics-nya adalah face recognition atau FR. Face recognition sendiri merupakan metode pengenalan wajah, dengan konsep membandingkan wajah input versus wajah referensi," ujar CEO dan Co-Founder Meidy Fitranto, Rabu, 18 September 2019.

    Secara arsitektur, kebanyakan face recognition menggunakan deep learning, yang merupakan bagian metode pembelajaran mesin berdasarkan jaringan saraf tiruan. Face recognition yang dibuat Nodeflux, dengan cara melihat distance ataupun tingkat kemiripan.

    Untuk proses pengenalan wajah, kata Meidy, dimulai dari pendeteksian muka, normalisasi, lalu compare. Menurutnya, secara produk, teknologi face recognation merupakan proses riset and development berkelanjutan yang terus dilakukan Nodeflux.

    "Secara kualitas, alhamdulillah kemarin kita sudah mendapatkan laporan dari lembaga standarisasi National Institute of Standards and Technology (NIST) di Amerika Serikat, tentang performance algoritma kita," kata Meidy.

    Meidy memberikan alasan mengapa teknologi tersebut dibutuhkan. Karena, kata dia, solusi face recognation di lapangan ditentukan banyak faktor. Faktor tersebut adalah mulai dari pencahayaan, kualitas gambar, jarak, pixel, dan lain-lain.

    "Ini membuat sulit untuk suatu vendor self claimed kualitasnya. Contohnya, akurasi face recognation kita 99 persen. Bisa dibilang, vendor yang mengklaim hal tersebut sedang memanfaatkan ketidaktahuan publik, untuk kebutuhan marketingnya," tutur
    Meidy.

    Dengan benchmark dari NIST, Meidy berujar, membantu para vendor face recognation untuk mendapatkan standar kualitas. "Kita peringkat 25 untuk wild dataset dari seluruh vendor di dunia saat ini," kata Meidy.

    Meidy juga menuturkan ada beberapa case implementasi face recognation. Pertama bisa digunakan untuk public safety (realtime surveillance) seperti cctv, sistem absensi, dan bisa digunakan untuk building visitor management atau registrasi saat ke office building.

    Selain face recognation ada beberapa solusi lainnya yang dikembangkan Nodeflux, yaitu License Plate Recognition (LPR), Vehicle Counting, People Counting Water Level Monitoring, dan Crowd Estimation.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.