Realme 5 dan Realme 5 Pro Dirilis Siang Ini di Indonesia

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Realme 5 dan Realme 5 Pro

    Realme 5 dan Realme 5 Pro

    TEMPO.CO, Jakarta - Realme akan merilis smartphone terbaru di Indonesia, Realme 5 dan Realme 5 Pro, yang merupakan penerus Realme 3. Kedua ponsel memiliki empat kamera belakang, demikian dilansir laman The Verge, baru-baru ini.

    Realme 5 Pro memiliki spesifikasi yang lebih tinggi, dengan dibekali prosesor Snapdragon 712 dan daya baterai berkapasitas 4.035 mAh. Ponsel pintar itu memiliki layar LCD 1080p berukuran 6,3 inci dengan notch berbentuk tetesan air.

    Seri tertinggi akan dibekali dengan kapasitas RAM 8 GB dan ruang penyimpanan 256 GB. Ada juga jack headphone 3,5 mm, slot kartu microSD, dan port mengisi daya melalui USB-C dengan VOOC 3.0 pengisian cepat.

    Dari segi kamera, Realme 5 Pro hadir dengan empat kamera dengan sensor utama Sony IMX586 48 MP aperture f/1.8, lensa sudut lebar 8 MP, lensa portrait 2 MP, dan lensa makro 2 MP khusus. Sedangkan kamera selfie adalah 16 MP.

    Sementara Realme 5 memiliki layar lebih besar pada 6,5 inci, meskipun memiliki resolusi 720p lebih rendah, dan kapasitas baterai juga lebih besar pada 5.000 mAh. Untuk pengisian daya, Realme 5 menggunakan micro USB.

    Dibekali dengan Snapdragon 665, Realme 5 akan memiliki kapasitas RAM 4 GB dan memori internal 128 GB. Seperti varian Pro, Realme 5 juga memiliki slot kartu microSD dan jack headphone. Namun empat kameranya mirip dengan Realme 5 Pro, tapi sensor utama adalah 12 MP dan kamera selfie turun menjadi 13 MP.

    Bocorannya, Realme 5 dibanderol seharga mulai dari US$ 140 atau setara dengan Rp 2 jutaan, sementara Realme 5 Pro akan dijual seharga US$ 200 atau setara dengan Rp 2,8 juta.

    THE VERGE | FIRST POST


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.