BMKG: Kemarau Lebih Panjang, Musim Hujan Diprediksi November

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampakan lahan persawahan yang kering akibat kemarau panjang dan keringnya Sungai Cisadane di Kabupaten Tangerang, Senin 19 Agustus 2019. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    Penampakan lahan persawahan yang kering akibat kemarau panjang dan keringnya Sungai Cisadane di Kabupaten Tangerang, Senin 19 Agustus 2019. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi musim kemarau dengan kekeringan ekstrem masih akan terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia hingga November 2019.

    "Musim hujan tahun ini (diprediksi) mundur sehingga musim kemarau menjadi lebih panjang," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati pada acara Sosialisasi Hasil Kegiatan Mikrozonasi Gempa Bumi di Hotel Grand Candi Semarang, Kamis, 19 September 2019.

    Menurut dia, jika dilihat berdasarkan jangka waktunya, maka musim kemarau tahun ini menduduki posisi kedua setelah kekeringan yang terjadi 2015.


    "Musim kemarau 2015 merupakan yang paling lama dan tahun ini nomor dua," ujarnya.

    Terkait dengan hal itu, BMKG berharap semua pihak untuk melakukan antisipasi guna mengurangi dampak musim kemarau yang berkepanjangan.

    Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah Sudaryanto mengatakan Badan sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mengurangi dampak kekeringan ekstrem pada tahun ini.

    Ia menyebutkan musim kemarau yang ekstrem bisa menimbulkan kebakaran lahan maupun hutan seperti yang terjadi kawasan pegunungan di Jateng dalam beberapa waktu terakhir.

    Untuk mencegah sekaligus meminimalisasi dampak bencana kekeringan berupa kebakaran pada musim kemarau, ia mengimbau masyarakat tidak membuang puntung rokok secara sembarangan, khususnya saat berada di kawasan hutan karena dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.