Begini Riset Soal Kebohongan Pinokio

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pinokio (Walt Disney)

    Pinokio (Walt Disney)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sampul Majalah Tempo edisi 16-22 September 2019, bergambar wajah Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan bayangan Pinokio ramai dibicarakan. Bahkan Relawan Jokowi Mania melaporkan Majalah Tempo ke Dewan Pers, padahal Kubu Jokowi Tak Perlu Tersinggung karena cover itu hanyalah ekpresi dari kritik  sesuai kemerdekaan  pers.

    Namun, siapa sebenarnya Pinokio?

    Centre for Interdisciplinary Science Universitas Leichester pernah melakukan penelitian yang membahas tentang kebohongan Pinokio. Pinokio adalah boneka kayu yang dibuat oleh penulis Italia Carlo Collodi pada 1883. Dalam dongeng Collodi, boneka yang kemudian diceritakan bernyawa ini akan memanjang hidungnya dua kali lipat untuk setiap kebohongan yang diucapkannya.

    Riset tersebut menyimpulkan bahwa Pinokio hanya bisa mengatakan 13 kali kebohongan. Jika lebih dari 13 kali berbohong, hidungnya yang terus memanjang akan mematahkan tulang lehernya. 

    "Kepala Pinokio beratnya 4,18 kg dan hidungnya enam gram, dengan panjang awal 1 inci atau 2,54 cm. Dari perhitungan itu, saya menyimpulkan bahwa ketika hidung tumbuh sampai 140 meter, maka gaya yang diberikan ke bawah menyebabkan tulang lehernya patah," ujar Steffan Llewellyn dari Universitas Leicester, dikutip Telegraph, 4 Mei 2014.

    Ukuran panjang tersebut, Llewellyn melanjutkan, setara dengan 13 kali kebohongan yang diucapkannya. Penelitian hidung Pinokio ini merupakan bagian dari tantangan University of Leicester bagi para mahasiswa untuk menerapkan prinsip-prinsip ilmiah dalam dongeng populer.

    Penelitian tentang hidung Pinokio tersebut dipublikasikan dalam Journal of Topics Interdisciplinary Science.  

    TELEGRAPH | JOURNAL OF TOPICS INTERDISCIPLINARY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.