F-35 vs F-3: Ini Beda Jet Tempur Siluman AS dan Jepang

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prototipe pesat tempur siluman Jepang F-3 (military-today.com)

    Prototipe pesat tempur siluman Jepang F-3 (military-today.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak analis memperkirakan kematian jet tempur siluman F-3 setelah Tokyo mengumumkan niat untuk membeli 105 jet F-35As dan F-35B Lightning milik Amerika Serikat selain 42 yang sudah dipesan. Tokyo bahkan dapat membeli beberapa F-35 lebih cepat dan murah dari pabrik AS daripada memproduksinya di Jepang.

    F-35 dirancang sebagai pesawat yang mampu menyerang udara ke udara daripada pesawat tempur superioritas udara F-22 Raptor, yang tak lagi diproduksi. Sementara, Japan Air Self-Defense Force (JASDF) atau angkatan udara Jepang sedang membangun kemampuan serangan permukaannya, patroli udara defensif yang merupakan misi utamanya.

    Pesawat Lockheed Martin F-35 terlihat di ILA Air Show di Berlin, Jerman, 25 April 2018. [REUTERS / Axel Schmidt]

    Pada 2018, JASDF mengirim para petempur untuk mencegat pesawat militer Rusia dan Cina rata-rata hampir tiga kali sehari. Angkatan Udara Cina melebihi jumlah Jepang, enam banding satu, dan pesawat tempur terbaru seperti J-11D dan J-20 mendekati keunggulan kualitatif Jepang.

    Karakteristik yang diinginkan dalam pesawat tempur pertahanan udara adalah daya tahan patroli panjang, kecepatan tinggi sebelum melepaskan senjata, dan kemampuan manuver untuk mengalahkan lawan. Dalam semua karakteristik old-school ini, F-15J Eagle Jepang yang berusia empat puluh tahun mengalahkan F-35.

    Meskipun demikian, penampang radar siluman F-35 dan sensor jaringan yang kuat membuatnya lebih bisa bertahan dan berbahaya daripada F-15 yang dapat dideteksi dari jarak puluhan mil. Namun, Jepang masih lebih suka pesawat tempur dengan mesin udara-ke-udara yang berdedikasi.

    Kualitas lain termasuk kapasitas peningkatan, kepemilikan teknologi dalam negeri, dan keterjangkauan. Jepang mungkin berharap dapat menurunkan biaya dengan mengekspor ke luar negeri, karena parlemen Jepang melegalkan penjualan senjata pada 2014.

    Namun, perangkat keras militer Jepang cenderung cukup mahal dan belum memiliki banyak keberhasilan ekspor. Pesawat siluman, tetap permintaannya tinggi dan sulit diperoleh, dengan hanya F-35 yang telah diekspor sejauh ini.

    F-3 akan menjadi pesawat tempur bermesin ganda yang mampu memasang enam senjata internal. Di luar itu, sketsa konsep beragam yang dirilis insinyur Jepang menunjukkan desain akhir masih jauh dari yang dipilih. Namun, ada lebih banyak informasi tentang berbagai teknologi yang ingin dimasukkan insinyur Jepang dalam F-3.

    Kementerian Pertahanan Jepang meneliti nozel dorong-vektor tiga dimensi yang mengarahkan mesin dorong hingga dua puluh derajat ke segala arah. Jika ini diimplementasikan tanpa kompromi radar-cross section, ini menunjukkan Jepang ingin F-3 menjadikan jet tempur modern yang paling banyak bermanuver di dunia bersama F-22 dan Su-35.

    Jepang juga mempelajari untuk mengubah badan pesawat F-3 menjadi antena radar 'konformal' yang besar menggunakan sensor kulit pintar komposit, serta menguji sensor ESM elektromagnetik yang tidak hanya membantu mendeteksi musuh, tapi juga meminimalisir atau mengubah pesawat tempur siluman itu sendiri.

    NATIONAL INTEREST | TOKYO TODAY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.