Arkeolog Temukan 4 Pesawat Tempur Jepang Eks PD II di Papua

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arkeolog menemukan empat buah pesawat Jepang peninggalan Perang Pasifik dalam penelitian  di Pulau Rouw, Kepulauan Auri, Distrik Roon, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, September 2019. (Dok. Hari Suroto/Balar Papua)

    Arkeolog menemukan empat buah pesawat Jepang peninggalan Perang Pasifik dalam penelitian di Pulau Rouw, Kepulauan Auri, Distrik Roon, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, September 2019. (Dok. Hari Suroto/Balar Papua)

    TEMPO.CO, JakartaArkeolog Balai Arkeologi Papua menemukan empat buah pesawat Jepang peninggalan Perang Pasifik di Pulau Rouw, Kepulauan Auri, Distrik Roon, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. 

    "Pesawat ini berada di perairan Pulau Rouw, pada kedalaman 1 meter dari permukaan air, sehingga ketika air surut akan terlihat jelas," kata peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto, kepada Tempo, Jumat, 27 September 2019.

    Kondisi pesawat saat ini ditumbuhi oleh terumbu karang dan ketika air pasang, mesin perang Jepang itu menjadi rumah ikan.

    Mitsubishi A6M Zero (aviation-history.com)

    Kondisi pesawat tidak utuh tetapi bentuk pesawat masih bisa dikenali. "Pesawat yang ditemukan di Pulau Rouw adalah pesawat tempur Mitsubishi A6M Zero dan Mitsubishi G4M2, jenis pesawat ini paling ditakuti oleh tentara Amerika pada saat itu," kata Hari.

    Oleh Jepang menjelang Perang Pasifik berakhir, digunakan sebagai pesawat kamikaze atau pesawat bunuh diri

    Satu dari pesawat yang ditemukan di perairan Pulau Rouw adalah pesawat pengebom Mitsubishi G4M2 atau oleh Amerika diberi kode Betty

    Menurut Hari, pesawat Jepang di perairan Rouw ditembak jatuh oleh pesawat Amerika dalam pertempuran udara di Teluk Cenderawasih yang berlangsung pada 27 Mei hingga 20 Juni 1944.

    Hari mengatakan, masyarakat Roon minta agar pesawat tetap berada di perairan. "Alasan masyarakat, sudah menjadi sejarah orang-orang tua mereka," katanya.

    Kelestarian lingkungan kawasan perairan Kepulauan Auri sangat dijaga oleh masyarakat Roon. "Di kawasan ini, berlaku sasi yaitu aturan adat yang tidak boleh melakukan aktivitas menangkap ikan maupun mengambil hasil laut lainnya. Sasi merupakan bentuk kearifan lokal dalam konservasi suatu kawasan," kata Hari.

    Berita lain terkait penelitian arkeologi, bisa Anda simak di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.