Huawei Mate 30 Tak Bisa Lagi Instal Android?

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Richard Yu, CEO grup bisnis konsumen Huawei, meluncurkan Mate 30 Lite di Convention Center di Munich, Jerman 19 September 2019. Huawei meluncurkan desain empat varian Mate 30 yakni Mate 30, Mate 30 Pro, Kate 30 Porsche, dan Mate 30 Lite. REUTERS/Michael Dalder

    Richard Yu, CEO grup bisnis konsumen Huawei, meluncurkan Mate 30 Lite di Convention Center di Munich, Jerman 19 September 2019. Huawei meluncurkan desain empat varian Mate 30 yakni Mate 30, Mate 30 Pro, Kate 30 Porsche, dan Mate 30 Lite. REUTERS/Michael Dalder

    TEMPO.CO, Jakarta - Perangkat Huawei Mate 30 yang baru diluncurkan telah kehilangan akses untuk menginstal aplikasi Android Google secara manual, menurut laporan Bloomberg yang dikutip Reuters, Rabu, 2 Oktober 2019.

    Menurut laporan itu, peneliti keamanan John Wu menerbitkan posting blog bit.ly/2p5d2Cu Selasa, 1 Oktober 2019, yang menjelaskan bagaimana pengguna Huawei 30 Mate dapat secara manual mengunduh dan menginstal aplikasi Google, meskipun ada daftar hitam AS yang melarang perusahaan Cina itu menggunakan komponen dan perangkat lunak Amerika itu.

    Tetapi bersamaan dengan pengungkapan itu, perangkat Mate 30, yang dibuat untuk bekerja pada jaringan mobile 5G baru, kehilangan izin untuk menginstal aplikasi Android secara manual, seperti yang dilaporkan oleh sejumlah ahli ponsel pintar.

    Mate 30 adalah smartphone andalan utama pertama Huawei yang diluncurkan bulan lalu, sejak pemerintahan Presiden AS Donald Trump secara efektif memasukkan perusahaan itu dalam daftar hitam pada pertengahan Mei karena dituduh terlibat dalam kegiatan yang membahayakan keamanan nasional AS. Tuduhan itu dibantah oleh perusahaan.

    Wu menulis dalam postingnya metode yang luas untuk menginstal Layanan Google pada perangkat Huawei yang baru dirilis bergantung pada antarmuka pemrograman aplikasi manajemen perangkat seluler khusus Huawei yang tidak berdokumen, atau API MDM.

    “Meskipun pintu belakang ini mengharuskan interaksi pengguna untuk diaktifkan, aplikasi pemasang, yang ditandai dengan sertifikat khusus dari Huawei, diberikan hak istimewa yang tidak ditemukan di sistem Android standar," tulisnya.

    "Kerangka kerja sistem ini dalam sistem operasi Huawei memiliki pintu belakang yang memungkinkan aplikasi yang diizinkan untuk menandai beberapa aplikasi pengguna sebagai aplikasi sistem terlepas dari kenyataan bahwa sebenarnya tidak ada pada partisi read-only," kata Wu.

    Proses ini memungkinkan ponsel Mate 30 menjalankan aplikasi populer seperti Google Maps dan Gmail yang tidak diizinkan.

    Sebuah aplikasi memungkinkan pemasangan aplikasi dan layanan Google di Mate 30 Pro, disebut LZPlay, telah muncul bersamaan dengan rilis perangkat itu, namun telah menghilang setelah posting Wu. Hanya Google yang dapat melakukan perubahan itu melalui pemeriksaan anti-penyalahgunaan SafetyNet, kata laporan itu.

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.