Kerangka Hiu Berusia 370 Juta Tahun Ditemukan di Maroko

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rekonstruksi tubuh dari (a) P. saidselachus sp. no., Late Devonian, (b) T. gracia, Early Carboniferous, dan (c) C. anguineus. Kredit: Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences

    Rekonstruksi tubuh dari (a) P. saidselachus sp. no., Late Devonian, (b) T. gracia, Early Carboniferous, dan (c) C. anguineus. Kredit: Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinilai peneliti belum pernah terjadi sebelumnya, kerangka fosil lengkap hiu 370 juta tahun lalu telah ditemukan untuk pertama kalinya. Dikenal sebagai Phoebodus, sisa-sisa fosil hiu purba ditemukan di Pegunungan Anti-Atlas di Maroko.

    Fox News Rabu, 2 Oktober 2019, melaporkan fosil gigi hiu dari Phoebodus adalah salah satu fosil paling umum yang ditemukan di planet ini. Namun, karena tubuh mereka terutama terbuat dari tulang rawan, kerangka lengkap belum pernah ditemukan sampai saat ini.

    "Di sini, kami melaporkan sisa-sisa kerangka pertama Phoebodus dari Famennian (Devonian Akhir) wilayah Maider di Maroko, dan mengungkapkan tubuh anguilliform, tempurung otak khusus, lengkungan hyoid, rahang memanjang dan mimbar, melengkapi gigi geligi khas dan duri sirip ctenacanth sebelumnya, keduanya sirip punggung," demikian bunyi abstrak penelitian.

    Para peneliti menambahkan bahwa Phoebodus mungkin mirip dengan hiu berjumbai modern, mengingat tubuh seperti belut memanjang dan moncong besar. Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Proceedings of the Royal Society B.

    "Di antara vertebrata rahang pra-Karboniferous, bentuk tubuh anguilliform dari Phoebodus belum pernah ditemukan sebelumnya," tulis penelitian itu. "Dan anatomi khususnya, dalam beberapa hal, paling mudah dibandingkan dengan hiu Chlamydoselachus hiu frill modern."

    Para peneliti menguji sisa-sisa fosil dan menemukan bahwa mereka berusia sekitar 370 juta tahun, menurut sebuah pernyataan yang mengumumkan temuan tersebut. Sebelum kerangka ini, satu-satunya bukti Phoebodus yang diketahui adalah tiga gigi.

    "Hiu frilled adalah predator khusus, dengan kemampuan untuk tiba-tiba maju untuk menangkap mangsanya," kata David Ebert, ahli hiu modern di Pacific Shark Research Center kepada National Geographic. "Gigi yang mengarah ke dalam membantu memastikan mangsanya hanya bisa satu arah, ke tenggorokannya. Mungkin Phoebodus melakukan hal serupa."

    FOXNEWS | PROCEEDINGS OF THE ROYAL SOCIETY B | NATIONAL GEOGRAPHIC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.