Ada 3 Hujan Meteor Sepanjang Oktober 2019

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah meteor melesat melintasii langit saat hujan meteor Perseid di Radimlja dekat Stolac, Bosnia dan Herzegovina, 12 Agustus 2019.  REUTERS/Dado Ruvic

    Sebuah meteor melesat melintasii langit saat hujan meteor Perseid di Radimlja dekat Stolac, Bosnia dan Herzegovina, 12 Agustus 2019. REUTERS/Dado Ruvic

    TEMPO.CO, Bandung - Sepanjang bulan ini akan muncul tiga fenomena hujan meteor di langit. Mereka akan muncul dari lokasi rasi bintang Draco, Cetus, dan Orion. Hujan meteor Draconid mengawali peristiwa alam ini pada 6 -10 Oktober 2019 dengan puncaknya pada Rabu, 9 Oktober 2019.

    Menyusul kemudian hujan meteor Taurid selatan pada 11 Oktober 2019. Terakhir hujan meteor Orionid pada 21 Oktober 2019. Hujan meteor terjadi karena serpihan meteorid memasuki atmosfer bumi dengan kecepatan tinggi. Kejadian itu saat bumi melintas dekat orbit komet dan serpihannya.

    Sebagian serpihan meteorid ada yang habis terbakar di atmosfer. Hasilnya menjadi debu atau kerikil. Menurut dosen Astronomi Institut Teknologi Bandung Endang Soegiartini, batuan meteorit kandungannya ada yang sama seperti asteroid. “Asteroid, komet, meteoroid, debu-debu, cincin planet, termasuk serpihan Tata Surya,” katanya di Bandung saat diskusi benda langit, 28 September 2019.

    Meteorit yang ditemukan sampai di Bumi mengandung besi, nikel, campuran batuan dan logam. Ada juga jenis chondrite material yang dapat ditemukan di kerak dan lapisan mantel dalam bumi. Ada juga akondrite material basal di bumi yang biasanya berasal dari hasil pecahan Mars atau bulan.

    Berdasarkan perkiraan ahli astronomi, jumlah meteor yang jatuh ke bumi setiap tahun seluruhnya 19 ribu dengan ukuran massa 100 gram. Kemudian 4.100 meteor seberat 1 kilogram, dan yang berbobot hingga 10 kilogram ditaksir sebanyak 830 buah.

    Adapun yang jatuh ke daratan diperkirakan sekitar 5.800 yang ukuran 100 gram, kemudian 1.200 buah ukuran 1 kilogram, sementara yang berukuran 10 kilogram sebanyak 240 meteor


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.