BPPT Usul Adanya Jurusan Hujan Buatan di Kampus

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BPPT Hammam Riza memantau langsung Posko Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca atau Hujan Buatan untuk Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla Riau di Lanud Rusmin Noerjadin Pekanbaru, Riau, Kamis, 15 Agustus 2019. Kredit: Istimewa

    Kepala BPPT Hammam Riza memantau langsung Posko Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca atau Hujan Buatan untuk Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla Riau di Lanud Rusmin Noerjadin Pekanbaru, Riau, Kamis, 15 Agustus 2019. Kredit: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi atau BPPT mengusulkan ke Kemeterian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) untuk menghadirkan jurusan baru tentang Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan.

    Menurut Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuasa (BBTMC) BPPT Tri Handoko Seto, di Indonesia hanya ada satu unit kerja yang punya tugas melakukan operasi TMC, yaitu BBTMC. "Kami meminta ke Menteri Ristekdikti kalau bisa ada jurusan atau paling tidak mata kuliah TMC," ujar dia, di Kantor BPPT, Jakarta Pusat, Jumat, 4 Oktober 2019.

    TMC merupakan teknologi yang teruji manfaatnya, melalui penerapan di berbagai sektor. Seto menjelaskan bahwa TMC berhasil digunakan untuk memadamkan api kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kalimantan dan Sumatera.

    Seto memberikan contoh negara lain yang juga menerapkan TMC. Di Thailand, tutur Seto, operasi TMC itu bukan hanya satu unit kerja yang bertugas melakukan TMC, tapi ada kementerian dan perguruan tinggi yang membantu.

    "Bahkan di Cina, ada jurusan perkuliahan tentang TMC. Sementara di Indonesia belum melakukan itu," kata Seto.

    BPPT juga mengalami kesulitan karena tidak independensi dalam melakukan operasi hujan buatan, karena sangat bergantung kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Salah satunya harus menunggu status siaga darurat bencana terlebih dahulu untuk melakukan operasi hujan buatan dan masalah anggaran dari BNPB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.