Uni Eropa Seru Kaum Muda Indonesia Peduli Perubahan Iklim

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis dari berbagai organisasi lingkungan melakukan aksi terkait krisis iklim di Taman Aspirasi, Monas, Jakarta Pusat, Jumat 20 September 2019. Dalam aksinya mereka meminta pemerintah untuk serius mengatasi dampak perubahan iklim demi generasi mendatang. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Aktivis dari berbagai organisasi lingkungan melakukan aksi terkait krisis iklim di Taman Aspirasi, Monas, Jakarta Pusat, Jumat 20 September 2019. Dalam aksinya mereka meminta pemerintah untuk serius mengatasi dampak perubahan iklim demi generasi mendatang. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia menyerukan kaum muda agar peduli dan berkomitmen terhadap perubahan iklim yang terjadi secara global terutama di Tanah Air.

    "Gerakan kaum muda secara global dalam aksi iklim merupakan bukti meningkatnya kesadaran masyarakat tentang hal ini," kata kuasa usaha Ad Interim Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia Charles Michel Geurts pada penutupan pekan diplomasi iklim Uni Eopa 2019 di Jakarta, Minggu.

    Menurut dia, kondisi perubahan iklim merupakan suatu fakta yang saat ini cukup mendesak untuk terus diperhatikan semua pihak, terutama generasi muda.

    Hal itu, katanya, karena keberadaan mereka berpengaruh besar dalam mengampanyekan kepedulian terhadap perubahan iklim. "Suara mereka lebih didengar dan menuntut pemerintah, perusahaan serta kita semua untuk mengambil tindakan," katanya.

    Secara umum, Uni Eropa mendukung penuh kaum muda, khususnya di Indonesia, yang peduli terhadap perubahan iklim. Banyak kegiatan yang dilakukan dan bersinggungan langsung dengan hutan, sampah, musik, dan lain sebagainya, katanya, bisa dilakukan berbagai kalangan, terutama kaum muda.

    Berbagai upaya itu, ujar dia, untuk mengajak masyarakat secara umum agar sadar tentang pentingnya menjaga lingkungan yang berimbas langsung pada perubahan iklim secara global. "Selama pekan diplomasi iklim ini kami menyaksikan sudah banyak upaya dan program inovatif tentang iklim yang dilakukan generasi muda," katanya.

    Pekan diplomasi iklim tersebut diselenggarakan sejak 23 September hingga 6 Oktober 2019 dengan mengusung tema "Kamu muda dan aksi iklim". Kegiatan itu mengangkat beragam persoalan, di antaranya pelestarian hutan dan lautan, energi terbarukan, pertanian berkelanjutan. Pekan diplomasi iklim juga membahas persoalan produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab serta perencanaan tata kota berwawasan hijau.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.