Israel Jual Drone Rp 2,16 Triliun ke Negara Asia Tenggara

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tentara Israel dengan drone Skylark. Kredit: Miriam Alster/Flash90

    Seorang tentara Israel dengan drone Skylark. Kredit: Miriam Alster/Flash90

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan pertahanan Israel Elbit telah mengamankan kesepakatan pesawat tak berawak atau drone dengan sebuah negara di Asia Tenggara senilai sekitar $ 153 juta (2,16 triliun), perusahaan mengatakan pada hari Minggu, 6 Oktober 2019, sebagaimana dikutip Times of Israel, Senin.

    Kontrak tersebut akan terdiri dari sistem drone multi-layer jaringan, dengan kendaraan udara berbagai ukuran dan kemampuan, dan akan dikirim ke negara Asia Tenggara yang tidak disebutkan namanya selama periode 22 bulan.

    Kontrak tersebut akan mencakup lebih dari 1.000 mini-drone THOR Elbit, yang terlihat seperti drone rotor konsumen dan dimaksudkan untuk melakukan operasi pengawasan dan pengintaian. Pesawat tak berawak itu dapat terbang di ketinggian 2.000 kaki dan pada 65 kilometer per jam (40 mph).

    Kontrak ini juga akan mencakup puluhan drone Skylark, pesawat kecil yang diluncurkan dan dioperasikan oleh tim beranggotakan dua orang yang banyak digunakan oleh Angkatan Pertahanan Israel.

    The Sky Rider, seperti yang dikenal dalam bahasa Ibrani, adalah pesawat pengintai taktis yang dioperasikan oleh Artillery Corps yang menyediakan video langsung kepada tentara di darat.

    Terakhir, pesanan termasuk Hermes 450, kendaraan menengah tanpa awak yang canggih dan tahan lama. Hermes digunakan terutama untuk misi pengintaian dan pengawasan, tetapi ada versi serangan yang dapat dipersenjatai dengan amunisi udara-ke-permukaan.

    Perusahaan tidak mengatakan versi mana yang termasuk dalam kesepakatan terbaru itu, atau berapa banyak drone Hermes yang akan dikirim.

    "Kontrak ini menggarisbawahi keunggulan kompetitif kami karena tentara semakin memandang solusi [sistem pesawat tak berawak] berlapis sebagai kunci untuk memberikan intelijen yang unggul sambil mempertahankan tingkat fleksibilitas operasional yang tinggi," kata CEO Elbit, Bezhalel Machlis, dalam sebuah pernyataan.

    TIMES OF ISRAEL | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.