Cisco Prediksi Layanan 5G Masuk Indonesia pada 2022

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Managing Director Cisco System Indonesia Marina Kacaribu, Managing Director Service Provider Cisco ASEAN Dharmesh Malhotra, Mitra A.T. Kearney Hari Venkataramani, serta Director Operations Service Provider Sales Meygin Agustina dalam acara media briefing hasil studi bertajuk 5G in ASEAN: Reigniting growth enterprise and consumer markets di Jakarta, Senin 7 Oktober 2019. TEMPO/Galuh Putri Riyanto

    Managing Director Cisco System Indonesia Marina Kacaribu, Managing Director Service Provider Cisco ASEAN Dharmesh Malhotra, Mitra A.T. Kearney Hari Venkataramani, serta Director Operations Service Provider Sales Meygin Agustina dalam acara media briefing hasil studi bertajuk 5G in ASEAN: Reigniting growth enterprise and consumer markets di Jakarta, Senin 7 Oktober 2019. TEMPO/Galuh Putri Riyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Cisco memproyeksikan penetrasi teknologi 5G di Indonesia baru akan terjadi pada 2022 mendatang. Ini menempatkan Indonesia pada urutan keempat sebagai negara ASEAN tercepat yang akan melakukan penetrasi ke teknologi 5G.

    Managing Director Service Provider Cisco ASEAN Dharmesh Malhotra menyebutkan bahwa Singapura akan menjadi negara pertama yang melakukan transisi ke teknologi 5G.

    "Singapura diproyeksikan akan migrasi ke 5G mulai 2020. Dilanjutkan dengan Vietnam pada 2020-2021, Thailand dan Malaysia pada 2021, lalu Indonesia pada 2022," ungkap Malhotra di Jakarta, Senin 7 Oktober 2019.

    Proyeksi itu menyusul hasil studi baru-baru ini oleh Cisco bersama A.T. Kearney berjudul "5G in ASEAN: Reigniting growth in enterprise and consumer markets". Studi ini menilik proyeksi penetrasi, keuntungan, dan hambatan yang dihadapi negara-negara di ASEAN dalam merealisasikan jaringan 5G.

    Menurut Malhotra, proyeksi ini dapat terealisasi tepat waktu atau bahkan bisa lebih cepat apabila pemerintah dan operator telekomunikasi Indonesia mulai mendiskusikan teknologi 5G ini sesegera mungkin.

    "Karena migrasi itu tidak terjadi dalam satu malam, dibutuhkan waktu bertahun-tahun. Makanya dimulai pembahasan dan investasi sekarang untuk mulai migrasi di tahun 2022," kata dia.

    Studi ini juga memproyeksikan pelanggan 5G di kawasan ASEAN akan mencapai angka 200 juta pada 2025 di mana 100 juta di antaranya berasal dari Indonesia.

    Sementara itu, penulis laporan studi dari A.T. Kearney, Hari Venkataramani, mengungkapkan ada beberapa hambatan yang dialami Indonesia dalam merealisasikan teknologi 5G.

    Salah satu hambatan ialah soal ketersediaan spektrum untuk implementasi layanan 5G serta jaringan suboptimal yang dihasilkan. Menurutnya, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia memperkirakan lisensi spektrum 5G baru akan tersedia pada 2022.

    "Perlu upaya terkoordinasi dari semua pemangku kepentingan, regulator, operator, perusahaan untuk mengatasi tantangan ini. Terutama regulator yang perlu memastikan ketersediaan spektrum jangka pendek, mendorong untuk berbagi infrastruktur, dan memelihara pengembangan kemampuan keamanan siber di kawasan nasional," ungkap Hari di kesempatan yang sama.

    GALUH PUTRI RIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.