Nikmati Hari Tanpa Bayangan, Cek Jadwalnya di Kotamu

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Santri Pesantren Assalam Sukoharjo memilih bekas botol air mineral yang akan digunakan untuk membuat roket air (1/3). Peluncuran 1.000 roket air itu dilakukan untuk menyambut hari tanpa bayangan. Fenomena alam itu rutin terjadi di Solo setiap 1 Maret. Tempo/Ahmad Rafiq

    Santri Pesantren Assalam Sukoharjo memilih bekas botol air mineral yang akan digunakan untuk membuat roket air (1/3). Peluncuran 1.000 roket air itu dilakukan untuk menyambut hari tanpa bayangan. Fenomena alam itu rutin terjadi di Solo setiap 1 Maret. Tempo/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menyebutkan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta bakal mengalami fenomena hari tanpa bayangan pada 13 Oktober 2019.

    Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Etik Setyaningrum, mengatakan wilayah Yogyakarta yang berada di selatan garis katulistiwa akan mengalami hari tanpa bayangan atau kulminasi matahari pada 13 Oktober 2019 pukul 11:24 WIB.

    "Saat itu posisi matahari tegak lurus tepat di atas wilayah Yogyakarta. Bila kita berada di luar seakan-akan tidak ada bayangan yang muncul," kata Etik di Yogyakarta, Rabu, 2 Oktober 2019.

    Ia menjelaskan pada saat terjadi kulminasi, matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat menghilang karena bertumpuk dengan benda itu sendiri.

    "Di Indonesia rutin terjadi setahun dua kali fenomena hari tanpa bayangan itu. Sesuatu yang normal. Kondisi ini terjadi berkenaan dengan posisi gerak semu harian matahari," kata dia.

    Menurut dia, suhu udara saat terjadi kulminasi matahari pada umumnya akan terasa lebih panas. Ia mencontohkan, pada Oktober 2018 suhu maksimum di wilayah DIY mencapai 34,8 derajat Celcius.

    Kondisi cuaca panas seperti itu lazim terjadi pada September-Oktober mengingat posisi semu matahari berada di kisaran wilayah Yogyakarta. Pada bulan-bulan tersebut juga masih masuk periode musim kemarau.

    Astronom BMKG, Rukman Nugraha, mengatakan, fenomena itu sama seperti ketika matahari tepat di atas Kabah beberapa waktu lalu. Peristiwa itu bisa terjadi karena bidang ekliptika Bumi atau bidang edar Bumi mengelilingi Matahari tidak tepat sama dengan bidang ekuator Bumi. "Tetapi membentuk sudut 23,5 derajat," katanya.

    Akibatnya dalam sepanjang tahun Matahari akan terlihat bergeser posisinya dari 23,5 lintang selatan hingga ke 23,5 lintang utara. Karena Indonesia terletak di ekuator Bumi, maka peristiwa kulminasi utama itu akan terjadi saat Matahari sedang berada di sekitar equator. Beberapa contohnya yaitu antara 22 Februari di Seba, Nusa Tenggara Timur, hingga 5 April di Sabang, Aceh.

    Sebagai contoh untuk Kota Bandung, fenomena hari tanpa bayangan akan terjadi pada 11 Oktober 2019 pada pukul 11.36.27 WIB. Adapun informasi untuk kota-kota lainnya dapat diakses di laman bmkg.go.id

    ANTARA | ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.