Radar Cina Diklaim Bisa Lacak F-22 dan Pandu Rudal Menuju F-35

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • F-22 Raptor adalah pesawat tempur paling canggih di dunia saat ini. Rusia dan Cina mengembangkan jet tempur siluman untuk menyaingi F-22 Raptor. Rusia menciptakan Su-57 yang telah menyelesaikan uji cobanya, sedangkan Cina telah mengoperasikan J-20 Chengdu bahkan mengirimnya ke Laut Cina Selatan. lockheedmartin.com

    F-22 Raptor adalah pesawat tempur paling canggih di dunia saat ini. Rusia dan Cina mengembangkan jet tempur siluman untuk menyaingi F-22 Raptor. Rusia menciptakan Su-57 yang telah menyelesaikan uji cobanya, sedangkan Cina telah mengoperasikan J-20 Chengdu bahkan mengirimnya ke Laut Cina Selatan. lockheedmartin.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Radar Cina diklaim dapat menemukan dan melacak jet siluman F-22. Selain itu, radar itu juga diklaim dapat berfungsi sebagai radar pengendali yang dapat memandu rudal menuju jet siluman seperti F-35.

    Jika klaim ini benar, maka itu dapat menjadi akhir dari era jet-jet siluman.

    "Radar gelombang meter dapat digunakan pada kendaraan, di darat dan kapal perang, menciptakan jaringan padat yang membuat pesawat siluman musuh tidak dapat bersembunyi di mana pun," kata Global Times China, sebagaimana dikutip National Interest, 8 Oktober 2019.

    Dua pesawat tempur RAF F-35B Lightning terbang diatas selat Inggris saat mengikuti latihan bersama Point Blank di RAF Mildenhall, Inggris, 27 November 2018. REUTERS/Eddie Keogh

    Para ilmuwan Cina mengatakan mereka telah memecahkan dilema mendasar yang melekat pada radar. Radar frekuensi tinggi, seperti radar gelombang mikro, memancarkan banyak pulsa pendek yang bagus untuk mengarahkan senjata ke target.

    Sementara radar frekuensi rendah, yang memancarkan gelombang panjang, lebih baik untuk mencari di suatu daerah tetapi tidak cukup tepat untuk pengendalian rudal. Itu berarti radar frekuensi tinggi dan rendah cenderung dipasangkan untuk pencarian target dan pengendalian rudal.

    Adapun pesawat siluman dibentuk untuk menghindari deteksi oleh sinar frekuensi tinggi. "Radar gelombang meter dapat mendeteksi pesawat siluman karena pesawat siluman modern terutama dirancang untuk menghindari deteksi oleh radar gelombang mikro, dan kurang tersembunyi untuk radar gelombang meter," kata Global Times.

    “Namun, para analis sebelumnya mengatakan bahwa karena resolusi dan akurasi yang rendah, radar gelombang meter hanya dapat mengirim peringatan tentang ancaman yang masuk. Dan bahkan jika gelombang mikro mengkompensasi kekurangan dari radar gelombang meter, mereka tidak dapat sepenuhnya mengatasi kekurangan ini."

    Wu Jianqi, seorang ilmuwan senior di China Electronics Technology Group Corporation milik pemerintah, mengatakan kepada media Cina bahwa timnya telah menyelesaikan dilema ini. "Wu memecahkan masalah ini dengan merancang impuls sintetik dan radar aperture gelombang meter praktis pertama di dunia," menurut Global Times.

    “Wu mengatakan bahwa radarnya memiliki beberapa antena pemancar dan penerima setinggi puluhan meter, yang tersebar dalam kisaran puluhan hingga ratusan meter. Mereka dapat terus-menerus memantau langit saat radar menerima gema dari semua arah."

    Wei Dongxu, seorang analis militer Cina, mengatakan kepada Global Times bahwa hal itu secara signifikan meningkatkan kemampuan radar itu untuk melacak target udara, menunjukkan dengan tepat koordinat pesawat siluman dengan mensintesiskan parameter dan data yang dikumpulkan oleh radar di bawah dukungan algoritma canggih.

    “Karena radar sekarang dapat melihat pesawat siluman dengan jelas dan melacaknya secara terus menerus dan akurat, radar dapat menjadi mampu memandu rudal anti-pesawat jarak jauh dan menyerang dengan tepat,” ujar Wei.

    Wu juga mengatakan bahwa perkembangan ini menempatkan Cina di depan negara-negara lain dalam mengembangkan radar anti-siluman. "Sedangkan untuk saat ini, saya tidak melihat radar pertahanan udara gelombang meter dari luar negeri yang bisa cocok dengan kriteria radar gelombang meter canggih."

    GLOBAL TIMES CHINA | NATIONAL INTEREST


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.