Paus Bongkok Mati di Sungai Thames, London

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus bungkuk ditemukan terdampar dalam keadaan mati di hutan hujan Amazon di Ilha do Marajo, Brasil, Sabtu, 23 Februari 2019. Para pejabat dari departemen kesehatan, sanitasi, dan lingkungan negara bagian tersebut mengatakan bahwa mereka menemukan paus itu setelah mengikuti burung pemangsa. LSM Bicho D'agua/Handout via REUTERS

    Paus bungkuk ditemukan terdampar dalam keadaan mati di hutan hujan Amazon di Ilha do Marajo, Brasil, Sabtu, 23 Februari 2019. Para pejabat dari departemen kesehatan, sanitasi, dan lingkungan negara bagian tersebut mengatakan bahwa mereka menemukan paus itu setelah mengikuti burung pemangsa. LSM Bicho D'agua/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Seekor paus bongkok sepanjang sepuluh meter mati di Sungai Thames, bagian timur kota London, Inggris, Rabu, 9 Oktober 2019. Awal pekan lalu paus tersebut masih terlihat berenang di sungai itu.

    Paus itu ditemukan di perairan dangkal di Greenhithe, Kent, pada Selasa (8/10) dan dipindahkan pada malam harinya dari bawah Jembatan QE2 ke Dermaga Otoritas London di Gravesend.

    “Sangat menyedihkan, saya betul-betul hanya berjarak 60 sentimeter dari paus mati itu,” kata Martin Garside, juru bicara Dermaga Otoritas London yang membantu memindahkan bangkai paus.

    Dia juga menyebut bahwa keadaan saat itu sangat memilukan sekaligus mengerikan.

    “Situasi lalu lintas sangat riuh di atas, karena merupakan jalan tol tersibuk di Inggris, dan mereka seakan tidak melihat bahwa ada paus berukuran sepuluh meter yang mati mengambang di bawah sini,” ujar Martin.

    Ukuran paus yang besar itu juga cukup menyusahkan kapal penderek yang  menyeret bangkainya.

    “Paus itu lebih besar daripada kapal penderek yang saya tumpangi, dan saya yakin ukurannya sepanjang kapal penderek yang lebih besar jadi saya bisa sebut panjangnya paling tidak sepuluh meter,” kata Martin.

    Himpunan Dokter Hewan London tengah melakukan Program Investigasi Pendamparan Paus  yang akan menyelidiki penyebab kematian paus itu.

    “Kami melakukan yang terbaik untuk melestarikannya dan kami akan menyerahkan bangkai paus kepada ilmuwan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut dengan otopsi,” kata Martin kepada Reuter.

    Seorang juru bicara untuk Badan Amal untuk Konservasi Paus dan Lumba-lumba mengatakan kematian paus itu "tidak terduga". "Selalu ada kemungkinan bahwa si bungkuk muncul di Sungai Thames karena dia tersesat atau sakit," katanya seperti dikutip Huffpost.

    "Sayangnya, ribuan paus dan lumba-lumba mati di pantai di seluruh dunia setiap tahun, beberapa melalui penyebab alami seperti penyakit, disorientasi, dan beberapa karena aktivitas manusia seperti polusi suara bawah air yakibat aktivitas militer atau eksplorasi minyak."

    Pada 2006, seekor paus hidung botol juga terlihat di Sungai Thames di pusat kota London. Paus ini mati ketika penyelamat berusaha untuk mengangkutnya kembali ke laut.

    Pada 2009 seekor paus bongkok ditemukan mati terdampar di pinggiran Sungai Thames di Kent karena kelaparan.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.