Asteroid Ini Masuk Daftar Paling Berbahaya Nomor 4

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi asteroid di dekat bumi. spaceflightinsider.com

    Ilustrasi asteroid di dekat bumi. spaceflightinsider.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Antariksa Eropa (ESA) telah menambahkan asteroid baru ke Daftar Risiko dan asteroid itu bisa menghantam Bumi dalam 65 tahun, sebagaimana dilaporkan Daily Mail, 9 Oktober 2019.

    Diidentifikasi sebagai 2019 SU3, benda angkasa ini memiliki diameter sekitar 46 kaki (14 meter) dan terdaftar sebagai asteroid paling berbahaya keempat yang mengancam planet kita.

    ESA mencatat bahwa dampak itu dapat terjadi pada 16 September 2084 dan ada satu dari 152 kemungkinan terjadi tabrakan, tetapi para ahli mengatakan asteroid itu tidak cukup besar untuk membuat peristiwa berdampak besar.

    Daftar Risiko adalah katalog semua objek yang probabilitas dampaknya tidak nol. Setiap entri berisi perincian tentang pendekatan Bumi yang memiliki risiko dampak paling tinggi dan mencakup perkiraan tanggal dampak, probabilitas dampak dan ukuran serta kecepatan asteroid.

    ESA telah menambahkan 2019 SU3 berdasarkan data yang dikumpulkannya tentang kemungkinan ia akan menabrak Bumi, seperti yang pertama kali dilaporkan oleh International Business Times.

    Asteroid itu juga terdaftar di Daftar Prioritas agensi, yang memungkinkan para ahli untuk mengawasi jalan asteroid. Asteroid itu telah berada dalam Daftar Risiko selama sekitar 12 hari.

    ESA mencatat bahwa asteroid itu diperkirakan menuju Bumi dari jarak hanya 0.00079 unit astronomi atau sekitar 73.435 mil jauhnya. Karena akan melintas begitu dekat ke Bumi, para ahli khawatir sedikit dorongan dari tarikan gravitasi planet-planet tetangga dapat mengirimkannya langsung ke planet kita.

    Badan tersebut juga mencatat bahwa 2019 SU3 adalah sebuah asteroid Apollo, bagian dari kelompok asteroid yang ditemukan pada 1930-an, dan ia menawarkan orbit yang sangat luas di sekitar planet kita dan telah ditemukan berpotongan dengan orbit Bumi sendiri.

    Asteroid itu juga telah ditemukan menyeberang ke orbit Venus, Merkurius dan Mars, yang merupakan sumber tempat tarikan gravitasi yang mematikan. ESA telah memperingatkan bahwa 'pada saat mencapai sekitar Bumi, asteroid ini mungkin sudah berada di jalur tabrakan langsung dengan planet ini'.

    DAILY MAIL | IBT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.