Ambon Diguncang Gempa, Dua Batu Raksasa Ini Tutup Jalan Desa

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga sedang melihat dua bongkahan batu berukuran besar yang jatuh dan menutup akses jalan menuju Desa Tial, Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, kabupaten Maluku Tengah, Jumat (11/10). Dua bongkah batu tersebut jatuh dari tebing paska gempa magnitudo 5,2 yang mengguncang Kota dan Pulau Ambon, Kamis (10/10) siang.

    Warga sedang melihat dua bongkahan batu berukuran besar yang jatuh dan menutup akses jalan menuju Desa Tial, Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, kabupaten Maluku Tengah, Jumat (11/10). Dua bongkah batu tersebut jatuh dari tebing paska gempa magnitudo 5,2 yang mengguncang Kota dan Pulau Ambon, Kamis (10/10) siang.

    TEMPO.CO, JakartaGempa bermagnitudo 5,2 yang mengguncang Ambon, Kamis siang, 10 Oktober 2019, menyebabkan dua bongkah batu berukuran besar jatuh dari tebing dan menutup ruas jalan menuju Desa Tial, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

    "Akses jalan menuju Desa Tial saat ini tertutup dua bongkah batu berukuran besar. Dua batu besar itu jatuh saat gempa kemarin (Kamis)," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Tengah, Bob Rahmat di Ambon, Jumat, 11 Oktober 2019.

    Dia mengatakan, sebenarnya akses jalan ke desa tersebut juga telah tertutup tanah yang longsor dari tebung akibat gempa bermagnitudo 6,5 pada 26 September 2019, tapi kini lebih diperparah dengan jatuhnya dua bongkah batu tersebut.

    "Saat gempa 26 September 2019 hanya tanah dari lereng tebing yang longsor dan menutupi ruas jalan. Saat gempa Kamis (10/10) barulah dua bongkahan batu ini jatuh," katanya.

    Saat ini tim dari Dinas PU Maluku Tengah telah turun meninjau lokasi kejadian, tetapi mereka belum bisa melakukan penanganan di lapangan karena khawatir longsoran dapat terjadi kembali, mengingat hingga saat ini guncangan gempa masih terus terjadi.

    "Dinas PU sudah mengerahkan alat berat untuk memindahkan dua bongkah batu tersebut, tetapi karena kondisi masih rawan dan membahayakan, terutama longsor susulan sehingga rencananya ditangguhkan," katanya.

    Bob meminta warga desa Tial untuk bersabar karena pihaknya bersama instansi teknis terkait belum bisa melakukan langkah penanganan untuk membuka akses jalan ke desa tersebut.

    "Kami ingin akses jalan ke desa Tial dapat segera dibuka kembali, tetapi juga mempertimbangkan kestabilan tanah di tebing yang longsor serta keselamatan petugas yang bekerja di lapangan," ujarnya.

    Menyangkut teknis pemindahan batu tersebut untuk membuka akses jalan ke desa tersebut, Bob menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas PU untuk menanganinya.

    Menurut Bob saat ini warga desa Tial dan Tengah-Tengah yang hendak ke Kota Ambon terpaksa harus melalui jalur memutar yakni melalui Desa Tulehu, barulah ke pusat kota.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.