Redmi Note 8 Pro 64MP Akan Rilis di India Besok

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Redmi Note 8 Pro.Kredit: Xiaomi

    Redmi Note 8 Pro.Kredit: Xiaomi

    TEMPO.CO, Jakarta - India sudah memiliki dua smartphone 64MP, yaitu di Realme XT dan Samsung Galaxy A70s, namun Xiaomi juga akan bergabung dengan kelompok itu melalui Redmi Note 8 Pro.

    Merek Cina tersebut mengkonfirmasi tanggal peluncuran 16 Oktober untuk smartphone 64MP itu di India. Xiaomi awalnya menyatakan pada akhir Agustus bahwa smartphone itu bakal tersedia di India dalam delapan minggu, yaitu akhir Oktober.

    Ponsel mid-range Xiaomi tersebut menghadirkan banyak fitur, mulai dengan prosesor Helio G90T, RAM 6GB hingga 8GB, dan penyimpanan 64GB hingga 128GB. Redmi Note 8 Pro juga dilengkapi baterai 4,500mAh.

    Bintang pertunjukan adalah pengaturan kamera belakang quad, yang menampilkan kamera utama 64MP, kamera ultra lebar 8MP, kamera makro 2MP, dan sensor kedalaman 2MP. Kamera tetesan air mata 20MP menangani selfie.

    Xiaomi belum mengungkapkan harga, tapi diperkirakan akan menempati segmen harga yang sama dengan Realme XT. Xiaomi Note 8 Pro memiliki harga awal € 250 (Rp 3,9 juta) di Eropa dan 1.399 yuan (Rp 2,8 juta) di Cina.

    Selain mengumumkan Note 8 Pro, tampaknya Xiaomi mungkin memiliki beberapa perangkat lunak baru untuk dipamerkan bersama perangkat keras ini. Skin perangkat lunak perusahaan ini, MIUI, telah mengisyaratkan rilis untuk versi terbarunya pada hari yang sama.

    Info ini berasal dari divisi India OS, dalam bentuk tweet melalui saluran resminya. Posting, yang sebagian besar terdiri dari tagar "# MIUI11", telah menimbulkan spekulasi bahwa versi global ROM ini akan mulai diluncurkan pada tanggal ini. Skin ini didasarkan pada Android 10, dan dapat membawa sejumlah besar perangkat Xiaomi dan Redmi baru.

    ANDROID AUTHORITY | NOTEBOOK CHECK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.