Review Samsung Galaxy A50s: Bisa Top Up E-Money, Memori Besar

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Samsung Galaxy A50s. Kredit: Istimewa

    Samsung Galaxy A50s. Kredit: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kali ini Tempo berkesempatan melakukan review smartphone Samsung Galaxy A50s. Smartphone ini merupakan pembaruan dari generasi sebelumnya Galaxy A50, dengan menambahkan beberapa peningkatan dan fitur NFC.

    Selama dua pekan mencoba ponsel idengan kapasitas RAM 6 gigabita (GB) dan memori internal 128 GB ini, Tempo mencoba berbagai fitur dari Samsung Galaxy A50s, termasuk fungsi NFC yang membuat smartphone bisa melakukan top up e-money dengan mudah.

    Spesifikasi Samsung Galaxy A50s:

    -Layar: 6,4 inci Super AMOLED capacitive touchscreen, 16M color, screen-to-body ratio 85,1 persen, resolusi 1080x2340 piksel dan aspek rasio 19,5:9

    -SoC/Processor: Exynos 9611 (10 nm) Octa-core (4x2.3 GHz Cortex-A73 & 4x1.7 GHz Cortex-A53)

    -Grafis: Mali-G72 MP3

    -Memory/Storage: 4 GB/ 128 GB dan 6 GB/ 128 GB

    -Baterai: Baterai Li-Po 4.000 mAh yang tidak dapat dilepas, pengisian baterai cepat 15W

    -Konektivitas: Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by), Wi-Fi 802.11 a/ b/ g/ n/ ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot, Bluetooth, USB type C

    -Kamera: bagian belakang sensor utama 48 MP aperuture f/2.0, ultra-wide 8 MP aperture f/2.2 dan sensor kedalaman 5 MP aperture f/2.2; kamera depan 32 MP f/2.0

    -Sistem Operasi: Android 9.0 (Pie)

    -Harga: Rp 4,099 juta dan Rp 4,599 juta

    1. Unboxing

    Samsung Galaxy A50s. Kredit: Istimewa

    Galaxy A50s dibungkus dalam kotak yang didominasi warna putih. Di bagian atas kotak terdapat logo khas Samsung, dan gambar yang tampak besar unit smartphone yang ditimpa tulisan A50s. Di bagian sisi kota, dituliskan Samsung Galaxy A50s. Di bagian bawah kotak dilengkapi sedikit informasi spesifikasi ponsel pintar tersebut.

    Dalam kemasan Galaxy A50s, selain unit smartphone, Samsung memberikan beberapa perangkat pendukung, seperti pin ejektor atau pembuka slot kartu SIM dan softcase bening. Kemudian terdapat juga kabel USB type C, serta adaptor untuk mengisi daya baterai smartphone, plus earphone.

    2. Desain dan layar

    Samsung Galaxy A50s. Kredit: Istimewa

    Smartphone yang dirilis di Indonesia pada 11 September 2019 lalu ini hadir dalam tiga varian warna yakni prism crush black, prom crush white dan prism crush green, yang Tempo review adalah prism crush green. Warna hijab di bagian belakang smartphone menghasilkan efek menarik jika terkena pantulan cahaya, sehingga membuat ponsel terlihat mewah dalam genggaman.

    Secara bodi, bentuk Galaxy A50s sama persis dengan pendahulunya Galaxy A50, hanya desain bagian belakang saja yang berbeda. Dengan dimensi 158,5x74,5x7,7 mm membuat bobot ponsel cukup ringan, 169 g saja. Dari segi penempatan tombol dan port-nya cukup ergonomis, dan serupa dengan ponsel pada umumnya.

    Di bagian layar Galaxy A50s, terdapat notch atau poni berbentuk U, yang membuat layar tersebut hadir dengan teknologi Infinity-U. Layarnya berukuran 6,4 inci Super AMOLED. Sepertinya Samsung sudah memasang lapisan pelindung Corning Gorilla Glass. Layar juga cukup lebar dengan screen-to-body ratio 85,1 persen, resolusi 1080x2340 piksel dan aspek rasio 19,5:9.

    Samsung memasang sensor sidik jari dalam layar. Berbeda dari sebelumnya, kunci sidik jari Galaxy A50s memiliki responsif yang lebih baik. Namun, software untuk Galaxy A50 sudah ada pembaruan sehingga sensor sidik jari bekerja lebih baik.

    Di layar, ketika ponsel dalam kondisi menyala, terdapat tiga tombol, seperti 'home' di tengah, 'kembali' di kanan dan sebelah kiri tombol untuk melihat aplikasi yang pernah Anda buka. Sedang di atas hanya terdapat speaker untuk mendengar komunikasi telepon, plus kamera depan.

    Bagian sisi kanan bodi, terdapat dua pengaturan tombol yakni volume dan power atau pembuka kunci. Sementara di bagian sisi kiri terdapat satu slot untuk dual kartu SIM dan memori internal. Sisi bagian bawah dilengkapi dengan lubang jack 3,5 mm, lubang USB type-C dan speaker.

    Merek asal Negeri Gingsengh ini memasang tiga kamera belakang yang ditelakkan di atas kiri tengah, plus lampu flash. Tulisan khas Samsung juga diletakkan di tengah. Secara keseluruhan, pengaturan tombol dan bentuk bodi sama seperti smartphone pada umumnya, dan cukup nyaman di genggaman.

    3. Hardware dan Performa

    Samsung Galaxy A50s. Kredit: Istimewa

    Galaxy A50s disenjatai dengan chip Exynos (10 nm). Chip tersebut dirancang Samsung untuk mengoptimalkan dan meningkatkan AI, daya, dan kinerja smartphone. Sehingga meningkatkan pengalaman dari segi performa smartphone.

    Chip didampingi dengan dua varian kapastas RAM/memori internal, 4 GB/128 GB dan yang Tempo review kapasitas 8 GB/128 GB. Tempo mengunduh dua game yakni Mobile Legend dan Bus Simulator Indonesia, kedua game tersebut memiliki grafis yang cukup baik.

    Ketika menjajalnya Tempo tidak mengalami hambatan saat bermain game, gambarnya lancar, tapi kurang terlihat detailnya. Hal yang mengganggu dalam smartphone ini adalah letak speaker di sisi bawah kanan dan lubang jack earphone di kiri, karena menghalangi tangan saat bermain game.

    Berbeda dari seri Galaxy A50 biasa, Galaxy A50s dibekali dengan NFC, yang membuat smartphone bisa top-up e-Money dengan hanya menempelkan kartu e-Money di bagian belakangnya. Tempo menjajal, fitur tersebut cukup bermanfaat, ketika Anda menempelkan e-Money, makan akan muncul aplikasi Dana atau Tokopedia yang memberikan informasi saldo, beserta perintah lain seperti top-up dan lainnya.

    Smartphone berbasis sistem operasi Android 9 atau Pie memiliki tampilan user interface yang lebih baik, cukup nyaman di mata. Dibekali kapasitas daya 4.000 mAh, baterai bisa diisi dengan teknologi pengisian cepat 15W. Kapasitas tersebut cukup untuk penggunaan smartphone sehari-hari, dan bisa bertahan hingga dua pekan dalam kondisi smartphone stand-by.

    4. Kamera

    Samsung Galaxy A50s. Kredit: Istimewa

    Samsung Galaxy A50s dibekali tiga kamera belakang, dengan sensor utama 48 MP aperture f/ 2.0, ultra-wide 8 MP aperture f/ 2.2 dan sensor kedalaman 5 MP aperture f/ 2.2. Sedangkan kamera depan dipasang 32 MP berperture f/ 2.0.

    Hasil jepretannya cukup maksimal untuk smartphone harga Rp 4 jutaan. Beberapa fitur bisa digunakan untuk memaksimalkan konten baik foto maupun video. Samsung menghadirkan fitur Food, khusus untuk menjpret makanan, kemudian ada  mode Night, Panorama, Pro, Love Focus, Photo, Video, Super Slow-mo, Slow motion dan Hyperlaps.

    Menggunakan mode Photo saga hasil gambarnya cukup baik ketika digunakan siang hari, ketika malam hari, disarankan menggunakan mode Night jika mengambil objek pemandangan atau situasi kota. Sedangkan ketika mengambil gambar pada malam hari, sebaiknya menggunakan mode Pro.

    Sementara  untuk konten video, Samsung memasang fitur Super Steady, fitur ini bisa digunakan dan diaktifkan secara langsung, sehingga gambar akan bergerak stabil. Namun, ada kekurangan ketika mengambil video dengan mode Super Slow-mo, sedikit noise. Hal itu bisa tertutupi, karena hasil video bisa langsung diedit, misalnya dengan menambahkan musik. 

    5. Pesaing

    Samsung Galaxy A50s, A30s, A10s

    Galaxy A50s berada di segmen yang kompetitif. Begitu banyak alternatif untuk smartphone di pasar Rp 4 jutaan. Saingan terdekatnya adalah Realme X yang dihargai Rp 4,199 juta, hanya selisih sedikit dengan Galaxy A50s.

    Namun, dengan harga tersebut, Realme X bisa didapatkan dengan kapasitas RAM 8 GB/ 128 GB, sedang Galaxy A50s dengan RAM 6 GB/ 128 GB dihargai Rp 4,599 juta. Realme X juga dipasang dengan teknologi Pop-up Generation, tapi sensornya lebih kecil 16 MP. 

    Dari segi baterai, Samsung Galaxy A50s mengemas daya lebih besar yakni 4.000 mAh, Realme X hanya 3.765 mAh. Selain itu ada Vivo S1, ponsel ini mengedepankan kamera depan yang bersensor 32 MP, hanya saja dipasang RAM 4 GB/ 128 GB, dan dibekali tiga kamera belakang, dengan sensor utama 16 MP, ultra-wide 8 MP dan kedalaman 2 MP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.