Bomber H-6K Cina Disebut Salinan Tu-160 Rusia, Apa Bedanya?

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bomber H-6K milik Cina. (chinesemilitaryreview)

    Bomber H-6K milik Cina. (chinesemilitaryreview)

    TEMPO.CO, Jakarta - Angkatan Udara Cina akan memamerkan Bomber terbaru H-6K dalam pameran dirgantara di Changchun, Jilin, selama lima hari yang dimulai pada Kamis, 17 Oktober 2019. Dikutip dari National Interest, baru-baru ini, H-6K disebut sebagai salinan dari Tupolev Tu-160, armada tempur milik Rusia.

    Namun, apa yang membedakan kedua pesawat tempur tersebut? H-6K tak lagi mengganti turbojet Xian WP8 yang ditemukan pada versi H-6  dengan turbofan Soloviev D-30-KP2 Rusia yang baru.

    D-30 dua poros turbofan - beberapa orang menyebutnya turbo jet bocor - telah dimodifikasi untuk digunakan di Foxhound Mikoyan MiG-31 yang mampu mencapai kecepatan Mach 2,83 hingga pengangkut militer Ilyushin Il-76 sampai Xian Y-20 yang baru.

    D-30 semula dirancang untuk memberi daya pada MiG-31, bukan mesin yang ideal untuk bomber subsonik atau pesawat angkut. Namun ini merupakan peningkatan besar dibandingkan turbojet WP8 primitif yang awalnya dipasang pada H-6.

    Dengan mesin tersebut, bomber H-6K meningkat sekitar 30 persen dibandingkan varian H-6 sebelumnya. Bomber modern ini memiliki radius tempur sekitar 3.500 km. Dari segi avionik, H-6K agak tertinggal.

     
    H-6K dirancang untuk membawa rudal jelajah. Jet itu dapat membawa enam rudal serangan darat jarak jauh CJ-10K atau YJ-12 dan rudal jelajah kapal di sayapnya. Bomber ini juga bisa membawa peluru kendali  lain. Itu membuatnya menjadi ancaman bagi tidak hanya kapal AS dan sekutu, tetapi juga pangkalan darat.
     TU-160M.

    Lalu bagaimana dengan Tupolev Tu-160? Armada tempur Rusia ini menyediakan berbagai platform dinamis yang dapat dipasang dan diperbarui untuk melakukan berbagai misi, termasuk serangan jarak jauh dengan pasokan senjata berat.


    Tu-160 sangat cepat sebagai pembom strategis, mencapai kecepatan maksimum 2.220 km/ jam. Ini jauh melampaui pembom strategis Amerika seperti B1-B Lancer (1.448 km/ jam) dan B-52 (1.000 km/ jam). Tu-160 menawarkan radius tempur 7.300 km yang mengesankan dan melakukan penerbangan transAtlantik pertama dari Murmansk ke Venezuela pada 2008.
     
    Pesawat ini bisa membawa senjata nuklir dan konvensional. Rudal Kh-55MS yang didorong oleh turbofan dapat diluncurkan dari Tu-160 yang membawa hulu ledak nuklir 200 kt dengan jangkauan luar biasa 3.000 km.  
     
    Rusia diperkirakan akan membangun 50 bomber Tu-160 tambahan di bawah rencana baru. Pembom strategis yang baru dibangun akan ditingkatkan modelnya, dijuluki Tu-160M2. Produksi diharapkan akan dimulai setelah 2023. Moskow bermaksud untuk secara bersamaan memulai produksi bomber siluman PAK DA, juga didesain Tupolev.
     
    CHINA DAILY | NATIONAL INTEREST

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.