Studi: Facebook Berperan di Segala Lini Proses Bisnis

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vice President Facebook untuk Asia Tenggara Benjamin Joe beserta Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia dalam acara Facebook Indonesia Summit 2019 di Jakarta, Rabu 16 Oktober 2019. TEMPO/Galuh Putri Riyanto

    Vice President Facebook untuk Asia Tenggara Benjamin Joe beserta Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia dalam acara Facebook Indonesia Summit 2019 di Jakarta, Rabu 16 Oktober 2019. TEMPO/Galuh Putri Riyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Facebook mengadakan Facebook Indonesia Summit untuk yang pertama kalinya di Indonesia. Dalam kesempatan ini pula, Facebook resmi meluncurkan studi baru mengenai dampak sosial dan ekonomi yang diberikan oleh Facebook di Indonesia, khususnya dari kacamata bisnis.

    "Salah satu temuan yang cukup menarik dalam studi ini ialah ternyata di setiap lini proses bisnis, Facebook itu berperan, mulai dari tahapan riset, tahapan produksi dan distribusi, mencari supplier bahan-bahan mentah, marketing, hingga mempertahankan loyalitas konsumen," ungkap Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia, Ruben Hatari di Jakarta, Rabu, 16 Oktober 2019.

    Selain itu, setengah dari responden pelaku usaha yang disurvei mengakui bahwa mereka pertama kali memulai bisnis melalui aplikasi Facebook. "Ini mencerminkan bagaimana Facebook juga mendukung perkembangan kewirausahaan di Indonesia," kata Ruben.

    Lebih jauh lagi, Ruben mengungkapkan bahwa saat ini estimasi jumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia mencapai 5,9 juta. Dalam sektor ini, Facebook disebutkan mampu berperan dalam mengurangi biaya pemasaran hingga 75 persen. "Bahkan, studi ini melaporkan Facebook membantu meningkatkan jumlah pelanggan mereka hingga 92 persen," lanjutnya.

    Dari segi pasar, studi ini menyebutkan bahwa Facebook berperan secara signifikan dalam memperluas pasar, baik di dalam maupun luar negeri. Studi menyebutkan bahwa Facebook berperan menggaet pelanggan di kota yang sama dengan penjual, yakni mencapai angka 95 persen.

    Sementara itu, Facebook juga disebutkan sebanyak 68 persen berperan aktif menjaring pelanggan di kota-kota lain di Indonesia. "Bahkan Facebook berperan sebanyak 16 persen untuk menjaring pelanggan di pasar internasional," kata Ruben.

    Studi ini melibatkan 1.200 responden individual dari 34 provinsi di Indonesia. Selain itu juga mencakup tiga segmen responden tambahan yang tersebar di 15 kota di Indonesia, yaitu 1.033 grup bisnis, 565 organisasi komunitas serta 410 pemerintahan.

    GALUH PUTRI RIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.